Pasar aset digital kembali menunjukkan pergerakan yang sangat volatil di awal bulan ini. Setelah sempat anjlok tajam ke level $63.000 akibat kepanikan awal, harga Bitcoin kini berbalik arah dan melesat kuat menembus angka $67.000 pada hari Minggu (1/3/2026). Lonjakan drastis ini terjadi segera setelah adanya konfirmasi resmi terkait eskalasi geopolitik di Timur Tengah.
Pembalikan arah pasar yang cepat ini dipicu oleh pengumuman pemerintah Iran yang mengonfirmasi bahwa pemimpin tertinggi mereka Ali Khamenei meninggal dalam serangan udara gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Menyusul pengumuman tersebut, pasar merespons dengan aksi beli masif, sehingga berhasil memulihkan sejumlah kerugian yang terjadi pada hari sebelumnya.
“Sell The Rumor, Buy The News” di Tengah Konflik
Pergerakan agresif Bitcoin ini kembali menyoroti narasi klasik di pasar finansial: investor kerap kali panik saat ketidakpastian muncul, namun segera masuk kembali saat sebuah peristiwa besar telah terkonfirmasi.
Ketika rumor serangan pertama kali pecah, Bitcoin bertindak sebagai aset likuid yang langsung dijual (dump) oleh investor yang mencari aman. Namun, setelah insiden utama terkonfirmasi, pasar dengan cepat menyerap kepanikan tersebut.
Baca Juga: 11 Senator AS Desak Investigasi Federal Terhadap Kepatuhan Bursa Binance
Banyak analis melihat lonjakan (rebound) cepat ini sebagai bukti ketahanan Bitcoin di tengah guncangan makroekonomi dan geopolitik global.
Alih-alih runtuh, aset kripto utama ini kembali menunjukkan taringnya sebagai instrumen lindung nilai (hedge) alternatif bagi sebagian investor ketika ketegangan antarnegara memuncak.
Angin Segar Bagi Altcoin
Momentum kebangkitan Bitcoin turut membawa angin segar bagi pasar kripto secara keseluruhan, mayoritas altcoin utama seperti Ethereum (ETH) dan Solana (SOL) juga terpantau mencatatkan pemulihan harga yang signifikan.
Kini, para trader dan pelaku pasar global tengah memantau dengan cermat level resistensi berikutnya di kisaran $70.000.
Apabila eskalasi militer ini berdampak pada kebijakan ekonomi negara-negara besar atau memengaruhi harga minyak dan inflasi secara dramatis, volatilitas pasar kripto diprediksi akan terus berlanjut dalam beberapa minggu ke depan.
Disclaimer: Segala konten di Duta Crypto ID bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan saran investasi atau nasihat keuangan. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Duta Crypto ID tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang Anda buat.

Penulis aktif di Duta Crypto ID. Suka sharing tentang crypto, blockchain, nft dan berita-berita yg relevan dg industri Web3.





