Di tengah guncangan volatilitas yang melanda pasar aset digital, narasi baru mulai terbentuk di kalangan trader profesional. Bukan Bitcoin, bukan pula stablecoin, melainkan Hyperliquid yang kini digadang-gadang sebagai tempat berlindung baru bagi likuiditas pasar.
Bursa terdesentralisasi (DEX) beroperasi dengan performa tinggi justru mencatatkan lonjakan aktivitas yang signifikan ketika pasar berada di ambang ketidakpastian.
Biasanya, ketika pasar kripto sedang lesu atau mengalami koreksi tajam (bearish), volume perdagangan di DEX cenderung menyusut karena trader menarik diri ke mata uang fiat.
Namun, fenomena sebaliknya terjadi pada Hyperliquid. Bursa terdesentralisasi ini justru mengalami lonjakan Total Value Locked (TVL) dan volume harian yang fantastis.
Para trader mulai beralih ke Hyperliquid karena kinerja di CEX yang kerap mengalami downtime saat volatilitas tinggi, serta mencari transparansi yang ditawarkan oleh teknologi on-chain.
Baca Juga: Prediksi Fantastis Matt Hougan: Bitcoin Bisa Tembus $6,5 Juta dalam 20 Tahun!
Kunci utama dari Hype ini terletak pada teknologi dan insentifnya. Hyperliquid menawarkan kecepatan transaksi yang setara dengan CEX namun dengan keamanan self-custody.
Selain itu, spekulasi mengenai insentif token dan poin loyalitas membuat komunitas semakin betah memarkirkan asetnya di sana.
Sebagaimana mengutip laporan dari CoinDesk, Hyperliquid dianggap sebagai benteng pertahanan terakhir bagi trader derivatif yang menginginkan eksekusi order cepat tanpa risiko intervensi pihak ketiga.
Narasi ini semakin kuat seiring dengan banyaknya para whales (investor besar) yang memindahkan dana mereka dari protokol DeFi lama ke ekosistem Hyperliquid.
Fenomena ini menandai pergeseran sentimen pasar di tahun ini. Jika sebelumnya DEX dianggap rumit dan lambat, Hyperliquid membuktikan bahwa desentralisasi tidak harus mengorbankan performa.
Apakah ini hanya tren sesaat atau standar baru industri? Data menunjukkan bahwa trader mulai meninggalkan bursa terpusat demi kendali penuh atas aset mereka di Hyperliquid.
Disclaimer: Segala konten di Duta Crypto ID bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan saran investasi atau nasihat keuangan. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Duta Crypto ID tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang Anda buat.
Penulis aktif di Duta Crypto ID. Suka sharing tentang crypto, blockchain, nft dan berita-berita yg relevan dg industri Web3.
Cerita orang yang tiba-tiba kaya dari memecoin memang sering viral dan bikin banyak orang tergiur…
Salah satu keunikan pasar kripto dibanding saham atau forex adalah sifatnya yang buka 24 jam…
Russia’s Federal Security Service (FSB) melancarkan operasi penindakan skala besar dengan menutup paksa sejumlah bursa…
Bursa kripto Bybit mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Columbia terhadap Democratic…
Pertanyaan crypto itu judi atau bukan hampir selalu muncul setiap kali seseorang baru mengenal dunia…
Sebuah dompet Bitcoin (BTC) purba yang tidak aktif sejak era awal perkembangan kripto pada tahun…
This website uses cookies.