Categories: Berita

Kembali Dilanda Kepanikan, Crypto Fear and Greed Index Sentuh Level “Extreme Fear”

Awan mendung tampaknya masih betah menyelimuti industri aset digital. Setelah rentetan aksi jual yang menekan harga Bitcoin dan mayoritas altcoin, sentimen pelaku pasar kini berada di titik nadir. Indikator utama pengukur emosi pasar memberikan sinyal peringatan keras yang patut diwaspadai oleh setiap investor.

Berdasarkan data pemantauan pasar terkini, Crypto Fear & Greed Index kembali terperosok dalam ke zona merah gelap, yakni level “Extreme Fear” atau ketakutan ekstrem setelah sempat pulih pada kamis lalu.

Kepanikan Massal Mendominasi

Penurunan tajam skor indeks ini mencerminkan tingginya tingkat kecemasan yang tengah melanda para pelaku pasar, mulai dari skala ritel hingga manajer investasi institusional.

Skor yang merosot tajam di bawah angka 25 menandakan fase Extreme Fear di mana para investor secara agresif melikuidasi portofolio mereka demi menyelamatkan aset ke dalam bentuk stablecoin atau cash.

Baca Juga: Sentimen Bearish Membayangi Pasar, ETF Bitcoin Catat Outflow $348 Juta

Kondisi ini tidak terjadi dalam ruang hampa, Tekanan makroekonomi, ketidakpastian regulasi, serta masifnya arus keluar dari instrumen ETF secara kolektif menciptakan badai yang menghantam para trader.

Akibatnya, Kondisi Extreme Fear menjadikan sentimen bearish semakin kuat, dan level support kunci dari banyak aset kripto terus diuji keandalannya.

Peluang Emas di Balik Ketakutan Pasar?

Meski indikator menyala merah dan kepanikan merajalela, sudut pandang berbeda justru sering diambil para investor kawakan. Di dalam dunia investasi, prinsip yang populer dari Warren Buffett: “Be greedy when others are fearful” (Jadilah serakah saat orang lain ketakutan).

Secara historis, fase Extreme Fear kerap menjadi titik balik (bottoming) yang menandai awal dari pemulihan harga. Ketika pasar sedang dilanda aksi jual tidak rasional karena panik, aset-aset berfundamental kuat sering kali diperdagangkan pada “harga diskon” yang sangat menarik.

Bagi seorang yang memiliki manajemen risiko yang baik, momen ini bukanlah saat untuk ikut-ikutan panik, melainkan waktu yang tepat untuk menganalisis pasar lebih dalam dan mencari peluang akumulasi melalui strategi Dollar Cost Averaging (DCA).

Recent Posts

Kaya dari Memecoin, Realistis atau Cuma Mitos? Ini Datanya

Cerita orang yang tiba-tiba kaya dari memecoin memang sering viral dan bikin banyak orang tergiur…

3 hours ago

Jam Trading Crypto Terbaik: Kapan Waktu Paling Ideal untuk Transaksi?

Salah satu keunikan pasar kripto dibanding saham atau forex adalah sifatnya yang buka 24 jam…

4 hours ago

Rusia Tindak Tegas Aktivitas Ilegal, Tutup Paksa Bursa Kripto di Moscow City

Russia’s Federal Security Service (FSB) melancarkan operasi penindakan skala besar dengan menutup paksa sejumlah bursa…

16 hours ago

Bybit Gugat Lazarus Group atas Insiden Peretasan $1,5 Miliar

Bursa kripto Bybit mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Columbia terhadap Democratic…

21 hours ago

Crypto Itu Judi atau Bukan? Ini Jawaban dari Berbagai Sudut Pandang

Pertanyaan crypto itu judi atau bukan hampir selalu muncul setiap kali seseorang baru mengenal dunia…

1 day ago

Dompet Kripto Dormant 15 Tahun Kembali Aktif dan Pindahkan 49 Bitcoin

Sebuah dompet Bitcoin (BTC) purba yang tidak aktif sejak era awal perkembangan kripto pada tahun…

2 days ago

This website uses cookies.