Jika sebelumnya para ahli memprediksi komputer kuantum yang sepenuhnya fungsional baru akan hadir dalam 10 hingga 20 tahun lagi, bersiaplah untuk perubahan yang sangat drastis. Sebuah penelitian dari California Institute of Technology (Caltech), menyatakan bahwa era komputasi super canggih bisa tiba sebelum akhir dekade ini (2030).
Lompatan besar ini menjadi kabar gembira bagi dunia sains, namun sekaligus menjadi alarm kewaspadaan bagi industri kripto dan keamanan digital global yang bergantung pada enkripsi.
Terobosan revolusioner ini terlahir dari kolaborasi antara peneliti Caltech dan startup afiliasinya, Oratomic. Selama bertahun-tahun, kendala utama dalam membangun komputer kuantum adalah tingginya tingkat kesalahan.
Untuk mengoreksinya, mesin generasi awal diperkirakan membutuhkan hingga jutaan qubit (setara dengan bit 1 dan 0 pada komputer klasik).
Tim peneliti menemukan arsitektur koreksi kesalahan yang luar biasa efisien. Dengan pendekatan baru ini, sebuah komputer kuantum fungsional hanya membutuhkan 10.000 hingga 20.000 qubit untuk bisa beroperasi dengan sempurna.
Profesor Fisika Caltech, menjelaskan bahwa teknologi ini memungkinkan setiap logical qubit dikodekan hanya dengan lima physical qubit. Ini jelas melesat jauh dibandingkan metode konvensional yang membutuhkan ribuan qubit.
Baca Juga: Langkah Agresif! Ethereum Foundation Staking 22.517 ETH untuk Dukung Ekosistem
Kunci dari efisiensi radikal ini terletak pada penggunaan sistem atom netral. Alih-alih menggunakan sirkuit superkonduktor konvensional, para ilmuwan kini memanfaatkan atom-atom yang tidak bermuatan.
Hebatnya, atom-atom ini dapat dipindahkan secara fisik dan dihubungkan melintasi jarak yang cukup jauh menggunakan teknologi laser presisi tinggi yang disebut pinset optik (optical tweezers).
Bagi para pelaku pasar aset digital, percepatan timeline komputer kuantum ini bukan sekadar berita inovasi perangkat keras. Mesin kuantum secara teoritis memiliki kekuatan komputasi untuk membongkar sistem kriptografi yang mengamankan Bitcoin, dompet digital, dan mayoritas transaksi finansial global saat ini.
Jika kehadiran mesin ini benar-benar maju, maka transisi menuju algoritma kriptografi kebal kuantum (post-quantum cryptography) harus segera dikebut oleh para developer blockchain agar jaringan tetap aman dari potensi peretasan skala besar.
Disclaimer: Segala konten di Duta Crypto ID bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan saran investasi atau nasihat keuangan. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Duta Crypto ID tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang Anda buat.
Penulis aktif di Duta Crypto ID. Suka sharing tentang crypto, blockchain, nft dan berita-berita yg relevan dg industri Web3.
Pertanyaan crypto itu judi atau bukan hampir selalu muncul setiap kali seseorang baru mengenal dunia…
Sebuah dompet Bitcoin (BTC) purba yang tidak aktif sejak era awal perkembangan kripto pada tahun…
Senat Amerika Serikat dipastikan menunda pemungutan suara terkait Kerangka Kerja Pasar Aset Digital atau RUU…
Pertanyaan Bitcoin berasal dari negara mana sebenarnya lebih rumit dari yang terlihat, karena jawabannya bukan…
Kasus penipuan kembali terjadi di ekosistem Web3, Wakil Jaksa di Amerika Serikat dan Asisten Direktur…
Investasi emas selama ini identik dengan urusan penyimpanan yang merepotkan, mulai dari biaya brankas, asuransi,…
This website uses cookies.