Krisis Identitas Bitcoin: Emas Digital atau Aset Berisiko Layaknya Saham Teknologi?

Bitcoin (BTC) kini mengalami krisis identitas yang membingungkan bagi para investor. Aset kripto terbesar ini, yang digadang-gadang sebagai “Emas Digital” dan pelindung nilai (hedge) terhadap ketidakstabilan moneter, kini menunjukkan perilaku harga yang justru bertolak belakang dengan narasi aslinya.

Pergerakan harga terbaru menunjukkan bahwa Bitcoin semakin kehilangan korelasi dengan emas dan justru bergerak seirama dengan aset berisiko tinggi (risk-on assets), khususnya saham teknologi.

Fenomena ini memicu perdebatan sengit di kalangan analis: Apakah Bitcoin benar-benar aset pelindung nilai, atau hanyalah “saham teknologi” dengan volatilitas ekstrem?

Bitcoin Berperilaku Seperti Saham Teknologi

Grayscale menyoroti krisis identitas yang mencerminkan pergeseran fundamental. Alih-alih sebagai tempat berlindung saat pasar saham terguncang, harga Bitcoin justru jatuh beriringan dengan sektor teknologi.

Laporan riset terbaru dari Grayscale, mengungkapkan memang ada korelasi kuat antara Bitcoin dan saham-saham perangkat lunak (software stocks) setidaknya selama satu tahun terakhir.

Meskipun Bitcoin memiliki sifat sebagai “penyimpan nilai” jangka panjang karena pasokan yang terbatas, pola perdagangan jangka pendeknya mirip dengan ekuitas pertumbuhan tinggi.

Baca Juga: ETF Bitcoin Catat Outflow $410 Juta, Standard Chartered Pangkas Target Harga

Institusi Mulai Bimbang?

Krisis identitas ini diperparah dengan meningkatnya partisipasi institusional melalui ETF dan produk derivatif lainnya. Masuknya dana besar dari Wall Street telah membuat Bitcoin lebih terikat pada dinamika makroekonomi global.

Meskipun ada ketidakpastian, beberapa pemain besar tetap mengambil langkah berani. Saylor, melalui Strategy, justru mengakumulasi 1,142 Bitcoin di tengah penurunan pasar, meskipun kini menanggung kerugian di atas kertas miliaran dolar.

Di sisi lain, raksasa seperti BlackRock terus mendorong adopsi DeFi institusional dengan mendaftarkan dana pasar uang tokenisasi mereka (BUIDL) di Uniswap.

Langkah-langkah kontradiktif antara aksi jual pasar dan ekspansi infrastruktur ini menunjukkan bahwa meskipun Bitcoin menghadapi krisis identitas, fundamental adopsinya terus berkembang.