Berita

Ledger Investigasi Kasus Pencurian Kripto Terkait Reseller di Asia Tenggara

Keamanan hardware wallet yang dianggap sebagai benteng terkuat penyimpanan kripto kini tengah menjadi sorotan tajam. Produsen dompet kripto ternama, Ledger, baru saja merilis peringatan darurat dan tengah menginvestigasi laporan hilangnya dana pengguna. Insiden ini secara khusus teridentifikasi melibatkan perangkat yang dibeli melalui salah satu reseller di kawasan Asia Tenggara.

Peneliti on-chain “Specter” memperkirakan bahwa aset kripto yang dicuri mencapai $86 juta, tersebar di berbagai jaringan seperti Bitcoin, Ethereum, dan Tron.

Merespon insiden ini, Ledger langsung menginstruksi CryptoBilis, mitra reseller resmi yang beroperasi di Indonesia, Malaysia, dan Filipina untuk menghentikan operasional penjualan dan pengiriman perangkat.

Imbauan Darurat untuk Pengguna Baru

Sebagai langkah pencegahan dan mitigasi, pihak Ledger mengimbau para pelanggan yang membeli perangkat melalui CryptoBilis dalam kurun waktu 90 hari terakhir untuk tidak melakukan pengaturan awal (set up).

Sementara yang telanjur menggunakan perangkat tersebut, sangat disarankan untuk mentransfer aset ke penandatangan baru (signer) dengan membuat frase pemulihan (recovery phrase) yang sepenuhnya baru.

Ledger menegaskan insiden ini terisolasi hanya pada reseller wilayah tersebut, Ledger memastikan bahwa infrastruktur utama, sistem, dan layanan global tidak mengalami peretasan atau kompromi keamanan.

Baca Juga: Yunani Siap Terapkan Pajak ‘Capital Gains’ Kripto Sebesar 10%

Indikasi Serangan Rantai Pasokan (Supply-Chain Attack)

Peristiwa hilangnya puluhan juta dolar ini memicu reaksi dari berbagai tokoh penting di industri kripto, termasuk salah satu pendiri Binance, Changpeng Zhao (CZ).

CZ menduga bahwa insiden ini merupakan bentuk serangan rantai pasokan (supply-chain attack). Dalam skenario ini, perangkat Ledger diduga telah dipalsukan peretas sebelum akhirnya sampai ke tangan konsumen akhir.

Bagi investor kripto di Asia Tenggara, insiden ini adalah pengingat keras untuk selalu berhati-hati dan memastikan integritas perangkat dompet sebelum digunakan.

Recent Posts

Terobosan Besar! Thailand Resmi Izinkan Peluncuran ETF Kripto

Akselerasi adopsi aset kripto dalam lanskap pasar modal di Asia Tenggara kembali mencatatkan tonggak pencapaian…

2 days ago

ESMA Memberikan Tenggat Waktu 3 Bulan untuk Penertiban Stablecoin Tak Berizin

Ekosistem kripto di kawasan Eropa kini memasuki fase transisi krusial. Seiring dengan implementasi penuh kerangka…

2 days ago

Yunani Siap Terapkan Pajak ‘Capital Gains’ Kripto Sebesar 10%

Menyusul beberapa negara tetangga yang telah lebih dulu menetapkan aturan ketat, Yunani siap meresmikan kerangka…

2 days ago

Pemerintah AS Pindahkan Bitcoin Senilai $770 Juta ke Coinbase Prime

Pasar kripto kembali dibuat waswas oleh pergerakan dompet digital berskala raksasa. Kali ini pelakunya bukan…

3 days ago

Standard Chartered Berencana Luncurkan Layanan Kustodian di Singapura

Menjawab tingginya permintaan para klien institusi yang ingin masuk ke pasar kripto dengan aman, salah…

3 days ago

Samsung Wallet Hadirkan Fitur Transfer USDC untuk Pengguna Galaxy di AS

Raksasa teknologi global, Samsung, resmi memperluas fungsionalitas dompet digital mereka dengan menghadirkan fitur transfer stablecoin…

3 days ago

This website uses cookies.