Mantan Agent FBI Curi Aset Kripto Sitaan Senilai Hampir $2,5 Juta

Integritas penegak hukum Amerika Serikat menjadi sorotan setelah seorang mantan agent Federal Bureau of Investigation (FBI) resmi mengakui kesalahan atas dakwaan penipuan elektronik (wire fraud) dan pencucian uang yang melibatkan penggelapan aset kripto senilai hampir $2,5 juta.

Pelaku yang diidentifikasi bernama Patrick Steven Yaroch, terbukti menyalahgunakan posisinya sebagai agen investigasi untuk meretas dan memindahkan aset digital.

Aset yang dicuri tersebut bersumber dari dompet-dompet yang sedang dalam status penyelidikan aktif, termasuk milik negara-negara musuh yang menjadi target operasi kontraintelijen FBI.

Baca Juga: Departemen Keuangan AS Perintah Blokir Akses Bursa MEXC

Skema Pencucian Uang dan Kerusakan Investigasi

Dalam melancarkan aksinya, Yaroch memanfaatkan hak akses ke sistem internal FBI untuk mencuri aset kripto. Setelah berhasil memindahkan aset, ia kemudian menukar dan mencuci aset melalui berbagai transaksi keuangan terdesentralisasi (DeFi) untuk mengaburkan sumber asli serta jejak kepemilikannya.

Sebagaimana menurut siaran pers resmi dari Kantor Kejaksaan AS untuk Distrik Timur Virginia, Yaroch secara kalkulatif melakukan sekitar 100 transfer ilegal yang berkaitan pada 35 kasus investigasi FBI, dengan total perolehan mencapai $2.474.380,66.

Alih-alih dialokasikan untuk operasi diam-diam, aset curian tersebut digunakan Yaroch untuk melunasi utang-utang pribadinya. Berdasarkan pernyataan kejaksaan, sisa aset digunakan untuk membiayai kehidupan mewah di Portugal, termasuk rencana akuisisi sebuah perkebunan anggur.

Di hadapan pengadilan, Yaroch juga mengaku bahwa perbuatan yang dilakukan telah merusak, mengkompromikan, dan menggagalkan berbagai investigasi kritis FBI yang terkait dengan sindikat kejahatan terorganisir serta ancaman dari negara musuh.

Akibat perbuatannya, Yaroch kini terancam hukuman penjara hingga 20 tahun. Sidang pembacaan vonis hukuman (sentencing) dijadwalkan akan digelar pada 4 Maret 2027 mendatang.