Menepis Ancaman Komputer Kuantum! Hanya Sebagian Kecil Bitcoin yang Rentan Diretas

Ancaman komputer kuantum sering kali digambarkan sebagai kiamat bagi mata uang kripto. Narasi yang beredar menyebutkan bahwa mesin super canggih ini suatu hari nanti akan mampu memecahkan enkripsi Bitcoin dalam hitungan detik, mencuri semua aset, dan menghancurkan pasar.

Namun, riset terbaru CoinShares memberikan angin segar. Mereka menegaskan bahwa ancaman tersebut terlalu berlebihan. Faktanya, hanya sebagian kecil Bitcoin yang secara teknis rentan terhadap serangan kuantum di masa depan.

Fakta di Balik Ancaman Kuantum

Dalam laporan tersebut, CoinShares menyoroti bahwa struktur keamanan Bitcoin telah berevolusi. Sebagian besar alamat Bitcoin sudah menggunakan teknologi hashing ganda yang sangat sulit ditembus komputer kuantum.

Risiko utama sebenarnya hanya mengintai pada Bitcoin yang tersimpan di alamat tipe lama, yakni P2PK (Pay to Public Key).

Alamat ini dominan digunakan pada masa awal penciptaan Bitcoin, di mana public key terekspos secara langsung pada ledger blockchain, membuatnya teoretis bisa dikalkulasi oleh algoritma kuantum.

Baca Juga: Harga Bitcoin Turun Tajam? Institusi Justru Anggap ini Sebagai Kesempatan Emas

Hanya 10 Ribu Bitcoin yang Terancam?

Meskipun ada jutaan Bitcoin yang tersimpan di alamat P2PK lama (termasuk milik Satoshi Nakamoto), CoinShares memperkirakan bahwa jumlah Bitcoin yang aktif dan berisiko dicuri sangat minim.

Laporan tersebut mengestimasi sekitar 10.200 Bitcoin (di luar kepemilikan Satoshi dan koin yang sudah dianggap hilang permanen) yang mungkin menjadi target realistis komputer kuantum.

Secara proporsional, angka tersebut sangat kecil jika dibandingkan dengan total suplai Bitcoin yang telah beredar di pasar saat ini, hampir mencapai 20 Juta Bitcoin pada tahun 2026.

Solusi Sudah Disiapkan

Lantas, apakah kita harus panik? Jawabannya: Tidak. Komunitas pengembang Bitcoin (Core Developers) telah lama menyadari potensi ancaman ini.

Solusi mitigasi melalui pembaruan protokol (soft fork) dapat diterapkan jauh sebelum komputer kuantum mencapai skala yang cukup kuat untuk meretas enkripsi saat ini.

Salah satu solusinya adalah migrasi ke skema tanda tangan digital yang tahan kuantum (quantum-resistant signatures).

Dengan kata lain, Bitcoin bisa “di-upgrade” untuk menjadi kebal terhadap ancaman ini. Jadi, narasi bahwa ancaman kuantum dapat membunuh Bitcoin tampaknya masih jauh dari kenyataan.