Pasca Umumkan Penutupan, BitMEX Digugat Kasus Manipulasi Likuidasi 622 BTC

Kabar mengejutkan datang dari pionir platform perdagangan derivatif kripto global. BitMEX, bursa yang dikenal sebagai pencetus kontrak perpetual swap, secara resmi mengumumkan akan menghentikan seluruh layanan operasionalnya pada 23 September 2026.

Pengumuman ini langsung memicu kemerosotan tajam harga token internalnya, BMEX, yang anjlok hingga 90%.

Tak berhenti di situ, di hari yang sama saat pengumuman penutupan dirilis, platform tersebut juga dihantam gugatan class action atas tuduhan manipulasi likuidasi paksa terhadap para penggunanya.

Gugatan Likuidasi 622 BTC dan Operasional Trading

Gugatan hukum tersebut diajukan oleh BKX Services Inc. dan David Namdar di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York.

Penggugat menuding BitMEX secara sengaja merancang mekanisme likuidasi otomatis yang merugikan trader guna menguras agunan Bitcoin mereka, total kerugian yang dituntut dalam gugatan tersebut mencapai 622,66 BTC.

Dalam gugatannya, para penggugat menuduh BitMEX mengoperasikan internal trading desk yang memanfaatkan informasi privat nasabah.

Selain itu, BitMEX dituduh tetap mengeksekusi transaksi saat server mengalami downtime, di mana para pengguna justru tidak dapat mengakses akun maupun menutup posisi mereka.

Baca Juga: Movement Labs Mengajukan Kebangkrutan Chapter 11 Pasca Skandal Token

Respon BitMEX dan Implikasi Bagi Industri Derivatif

Menanggapi gugatan hukum yang mengemuka di tengah proses wind-down, pihak BitMEX membantah tegas tuduhan tersebut.

Juru bicara perusahaan menyatakan bahwa klaim tersebut tidak memiliki dasar yang kuat dan bertekad untuk membela diri secara hukum di pengadilan.

Penutupan ini dilakukan setelah induk perusahaan, HDR Global Trading Limited, melakukan peninjauan strategis atas menurunnya pangsa pasar derivatif terpusat (CEX) yang tergeser oleh platform terdesentralisasi (DEX).

Pengguna yang masih memiliki posisi atau dana di BitMEX diimbau untuk segera melakukan penarikan sebelum batas waktu penutupan, Perkembangan ini sekaligus menandai akhir dari era bursa paling berpengaruh dalam sejarah perjalanan derivatif.