Ray Dalio Beri Peringatan Mengenai Posisi Bitcoin: “Hanya Ada Satu Emas”

Investor miliarder legendaris, Ray Dalio, menyuarakan peringatannya mengenai posisi Bitcoin sebagai aset safe-haven dan instrumen penyimpan nilai jangka panjang. Dalam diskusi terbaru, pendiri Bridgewater Associates secara terang-terangan menepis gagasan bahwa Bitcoin bisa berfungsi sebagai “emas digital.”

Dalio menegaskan bahwa emas konvensional masih menjadi pemegang tahta utama. “Hanya ada satu emas,” ungkapnya, menyoroti emas bukan sekadar instrumen spekulatif, melainkan uang yang paling mapan dan teruji dalam sejarah perekonomian.

Kurangnya Dukungan Bank Sentral dan Masalah Privasi

Salah satu alasan utama skeptisisme Ray Dalio terhadap Bitcoin adalah tingkat adopsi institusional. Ia mempertanyakan rasionalitas bank sentral global untuk mengakumulasi dan menyimpan Bitcoin sebagai aset cadangan jangka panjang.

Dalam konteks manajemen cadangan devisa, emas secara konsisten menempati posisi sebagai aset cadangan terbesar kedua yang dimiliki bank sentral di seluruh dunia, setelah cadangan valuta asing.

Baca Juga: AKP Turki Mengusulkan Pajak 10% untuk Keuntungan Kripto, Adopsi Makin Dibatasi?

Dua kekhawatiran utama Dalio terhadap Bitcoin. Pertama, Kurangnya privasi “setiap transaksi dapat dipantau.” Kedua, memperingatkan bahwa perkembangan komputasi kuantum menjadi ancaman nyata kriptografi.

Ray Dalio juga menyebut bahwa Bitcoin masih memiliki korelasi yang cukup tinggi dengan saham-saham teknologi, yang membuatnya rentan ketika terjadi gejolak di pasar keuangan

Lanskap Global yang Berubah dan Anjuran Portofolio

Pernyataan ini cukup menarik mengingat tahun lalu, Ray Dalio merekomendasikan alokasi portofolio 15% ke dalam Bitcoin atau emas. Strategi yang menurutnya dapat mengoptimalkan rasio imbal hasil terhadap risiko di tengah meningkatnya beban utang Amerika Serikat dan berlanjutnya depresiasi mata uang fiat.

Namun, dinamika pasar belakangan ini menunjukkan divergensi antara dua aset tersebut. Bitcoin mengalami koreksi tajam dari puncaknya, sedangkah harga emas terus meroket. Dalio memperingatkan investor bahwa tatanan dunia yang selama ini dipimpin oleh AS telah runtuh.

Di tengah meningkatnya konflik geopolitik dan kekacauan ekonomi, Dalio tetap teguh pada pendirian lamanya: aset penyimpan nilai berwujud, khususnya emas fisik, adalah opsi terbaik untuk mempertahankan kekayaan saat mata uang mulai goyah dan sistem kredit runtuh.