Sejak kelahirannya di tahun 2009, Bitcoin telah dinyatakan “mati”, “hancur”, atau “gagal” oleh media finansial ternama sebanyak lebih dari 470 kali. Namun faktanya, setiap kali ia jatuh, ia bangkit kembali dengan nilai yang lebih tinggi.
Meskipun begitu, kekhawatiran investor pemula tetap valid. Pertanyaan tentang apakah bitcoin bisa mati sering muncul setiap kali grafik harga menunjukkan warna merah panjang. Apakah uang digital ini bisa benar-benar lenyap menjadi nol, ataukah ia abadi seperti emas? Untuk menjawabnya, kita harus membedahkan antara “mati harga” dan “mati jaringan”.
Baca juga: CME Group Jajaki Penerbitan Token Digital Sendiri
Secara teoritis, tidak ada teknologi buatan manusia yang sempurna. Ada beberapa skenario ekstrem yang sering diperdebatkan oleh para ahli keamanan siber:
Untuk menjawab secara teknis mengenai apakah bitcoin bisa mati, kita harus melihat struktur jaringannya yang terdesentralisasi.
Bitcoin tidak memiliki kantor pusat. Tidak ada CEO yang bisa ditangkap polisi. Tidak ada server pusat yang bisa dicabut kabelnya. Bitcoin hidup di ribuan komputer (nodes) yang tersebar di seluruh dunia, dari apartemen di New York hingga bunker di Islandia.
Selama masih ada satu saja komputer di dunia ini yang menjalankan perangkat lunak Bitcoin, jaringan itu akan tetap hidup. Ini mirip seperti mencoba membunuh Hydra; potong satu kepala, tumbuh dua kepala baru di tempat lain.
Media sering melebih-lebihkan berita kematian Bitcoin. Ada sebuah situs unik yang mendokumentasikan setiap kali media besar memvonis Bitcoin sudah tamat.
Situs 99Bitcoins memiliki daftar “Bitcoin Obituaries” yang sangat lengkap. Di sana kamu bisa melihat sejarah panjang prediksi kematian Bitcoin yang ternyata salah total. Data ini menjadi bukti empiris bahwa aset ini jauh lebih tangguh (resilien) daripada yang diperkirakan para pengamat ekonomi tradisional.
Kemungkinan Bitcoin mati total (jaringan berhenti) sangatlah kecil, mendekati nol. Namun, kemungkinan Bitcoin menjadi “tidak relevan” (harganya murah dan orang bosan memakainya, seperti Friendster) selalu ada. Itu risiko investasi, bukan risiko teknologi.
Jadi, kesimpulannya, probabilitas apakah bitcoin bisa mati sepenuhnya memang ada secara teori, tapi dalam praktiknya, ia telah membuktikan diri sebagai salah satu jaringan komputer paling kuat dan paling aman yang pernah diciptakan umat manusia.
Disclaimer: Segala konten di Duta Crypto ID bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan saran investasi atau nasihat keuangan. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Duta Crypto ID tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang Anda buat.
Tukang sharing hal apapun terkait dunia Bitcoin, Crypto. NFT, Defi, Metaverse dan Blockchain. Founder Duta Crypto. Tetap “DYOR”.
Bank Sentral Brasil memperketat aturan main bagi industri aset digital di negaranya. Melalui regulasi terbaru,…
Cerita orang yang tiba-tiba kaya dari memecoin memang sering viral dan bikin banyak orang tergiur…
Salah satu keunikan pasar kripto dibanding saham atau forex adalah sifatnya yang buka 24 jam…
Russia’s Federal Security Service (FSB) melancarkan operasi penindakan skala besar dengan menutup paksa sejumlah bursa…
Bursa kripto Bybit mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Columbia terhadap Democratic…
Pertanyaan crypto itu judi atau bukan hampir selalu muncul setiap kali seseorang baru mengenal dunia…
This website uses cookies.