Perusahaan penerbit stablecoin terbesar di dunia, Tether, melalui cabang investasinya, Tether Capital, membuat gebrakan dengan mengumumkan investasi strategis terbaru pada perusahaan rintisan bernama AIsa.
Langkah agresif ini menjadi sinyal kuat bahwa Tether sedang serius mengekspansi lini bisnisnya menuju era pembayaran berbasis Kecerdasan Buatan (AI) dan konsep uang yang dapat diprogram (programmable money).
Langkah investasi strategis ini dirancang untuk memfasilitasi otonomi AI agents dalam mengakses, membayar berbagai layanan komputasi, sumber data, hingga perangkat lunak secara mandiri.
Masalah AI agents saat ini adalah terbenturnya tembok birokrasi sistem pembayaran yang didesain khusus untuk manusia.
Bayangkan ketika sebuah AI agents sedang melakukan riset pasar dan membutuhkan data berbayar; AI tersebut harus menunggu campur tangan manusia untuk membuat akun terpisah, mengurus kontrak vendor, hingga mengatur langganan bulanan.
Di sinilah AIsa hadir sebagai penghubung cerdas, AIsa meleburkan akses layanan dan sistem pembayaran menjadi satu pintu gerbang utama. Lewat AIsa, developer dapat menyambungkan AI agents nya ke model kecerdasan buatan, berbagai API data, dan sumber daya komputasi hanya dengan satu antarmuka terpadu.
Pembayaran sangat fleksibel, Biaya penggunaan dihitung berdasarkan per panggilan API (pay per call) menggunakan uang fiat atau stablecoin, dengan batas pengeluaran (limit) yang dapat dikontrol penuh oleh perusahaan pengguna.
Baca Juga: Deutsche Bank Bersiap Meluncurkan Layanan Kustodian Kripto
Tether tidak salah pilih mitra. AIsa saat ini telah menjadi rumah bagi lebih dari 250.000 AI agents dengan total transaksi yang berhasil diproses menembus 100 juta.
AIsa memberikan akses kilat ke lebih dari 5.000 API, keahlian, serta model AI berbeda hanya bermodalkan satu kunci akses tanpa memikirkan tumpukan tagihan langganan dari ratusan vendor.
Investasi pada AIsa bukanlah manuver tunggal, Ini adalah bagian dari rencana grand design Tether. Sebelumnya, Tether juga telah menyuntikkan dana ke NEURA Robotics, inisiatif yang bertujuan mengintegrasikan Wallet Development Kit (WDK) milik Tether agar robot cerdas dapat bertransaksi otonom di dunia nyata.
Disclaimer: Segala konten di Duta Crypto ID bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan saran investasi atau nasihat keuangan. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Duta Crypto ID tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang Anda buat.
Penulis aktif di Duta Crypto ID. Suka sharing tentang crypto, blockchain, nft dan berita-berita yg relevan dg industri Web3.
Menjaga keamanan aset kripto dari ancaman peretasan online merupakan prioritas utama setiap investor. Umumnya, investor…
Strategy, perusahaan publik pemegang Bitcoin terbesar di dunia yang dipimpin oleh Michael Saylor, kembali membuat…
Bank terbesar di Jerman, Deutsche Bank, mengumumkan rencana strategis mereka untuk meluncurkan layanan kustodian kripto…
Mastercard mengambil langkah besar untuk meleburkan batasan antara aset digital dan perbankan konvensional melalui peluncuran…
Langkah pengetatan regulasi dari penyedia indeks global membayangi emiten-emiten yang memiliki eksposur pada aset digital.…
Batas antara ekosistem aset digital dengan keuangan tradisional (TradFi) kini semakin memudar. Payward, perusahaan induk…
This website uses cookies.