Berita

Aturan Baru MSCI Ancam Depak Strategy dan Perusahaan Kripto dari Indeks

Langkah pengetatan regulasi dari penyedia indeks global membayangi emiten-emiten yang memiliki eksposur pada aset digital. Morgan Stanley Capital International (MSCI), baru meresmikan aturan pengecualian (exclusion rules) terbaru yang berpotensi kuat mendepak nama-nama besar seperti Strategy (MSTR), Metaplanet, hingga Upexi dari daftar indeks bergengsi mereka.

Aturan baru yang diresmikan pada hari Kamis (15/10/2026), mengadopsi metodologi yang sebelumnya sempat diusulkan pada bulan Agustus lalu.

Aturan ini secara spesifik menargetkan entitas yang diklasifikasi sebagai perusahaan non-operasional (non-operating companies), yang mengakibatkan perusahaan tidak lagi memenuhi syarat untuk masuk ke dalam MSCI Global Investable Market Indexes.

Kriteria Ketat dan Risiko “Sell-Off” Institusional

Berdasarkan metodologi terbaru, MSCI akan melakukan evaluasi setiap perusahaan melalui lima rasio finansial utama serta komposisi aset operasional mereka.

Jika sebuah perusahaan gagal memenuhi setidaknya empat dari lima rasio finansial, mereka berisiko dikeluarkan dari indeks. Perusahaan yang sudah terdaftar juga harus menunjukkan kegagalan dalam uji kriteria ini selama dua periode pelaporan tahunan berturut-turut sebelum akhirnya benar-benar dikeluarkan.

Konsekuensi ini melampaui sentimen reputasi, Jika perusahaan dengan cadangan kas kripto tereliminasi dari indeks, hal ini akan memicu ribuan reksa dana indeks dan dana pasif (ETF) yang melacak indeks MSCI untuk menjual saham tersebut secara masif.

Selain Strategy, Metaplanet, dan Upexi, disebutkan juga perusahaan seperti Sharplink Inc, Solana Company, DeFi Development Corp kini berstatus siaga karena telah masuk ke dalam daftar pantauan untuk potensi penghapusan.

Baca Juga: Standard Chartered Buka Layanan Trading Bitcoin & Ethereum di UEA

Jadwal Eksekusi dan Respons Perusahaan

MSCI dijadwalkan mengumumkan daftar final perusahaan yang akan dikeluarkan dari indeks pada tanggal 11 November mendatang. Aturan baru akan berlaku efektif mulai tanggal 30 November 2026.

Meski bayang-bayang aksi jual institusional kini membayangi, beberapa pihak terkait mencoba meredam kepanikan. Pada bulan Agustus, Strategy menyatakan keberatan atas rancangan aturan ini namun tetap optimis.

Recent Posts

Payward Bersiap Mengakuisisi Saldo Bank yang Berbasis di Lituania

Batas antara ekosistem aset digital dengan keuangan tradisional (TradFi) kini semakin memudar. Payward, perusahaan induk…

1 day ago

Standard Chartered Buka Layanan Trading Bitcoin & Ethereum di UEA

Bank multinasional, Standard Chartered makin agresif melebarkan sayap Web3-nya di Timur Tengah. Kali ini, Stanchart…

2 days ago

Korea Selatan Blokir Akses 27 Bursa Kripto Luar Negeri Yang Tidak Berizin

Pemerintah Korea Selatan mengambil langkah drastis untuk menertibkan pasar aset digitalnya dengan memerintahkan pemblokiran akses…

2 days ago

Metaplanet Bersiap Menerbitkan Obligasi Konversi Senilai $329 Juta

Perusahaan investasi dan perbendaharaan Bitcoin asal Jepang, Metaplanet, kembali bermanuver agresif di pasar keuangan global.…

3 days ago

Aptos Meluncurkan Encrypted Mempool: Solusi Anti Frontrunning & Sandwich Attack

Ekosistem jaringan Layer-1 Aptos (APT) baru saja menghadirkan inovasi besar yang akan melindungi pengguna dari…

3 days ago

Standard Chartered Meluncurkan Layanan Kustodian Berbasis RLUSD

Raksasa perbankan multinasional, Standard Chartered, sukses meluncurkan layanan kustodian institusional untuk stablecoin milik Ripple, Ripple…

4 days ago

This website uses cookies.