Pasar kripto kembali diguncang oleh kabar mengejutkan yang datang langsung dari tokoh sentralnya. Di saat para investor ritel maupun institusi cemas menghadapi kondisi pasar saat ini, sebuah pergerakan besar dari dompet pendiri Ethereum justru memicu tanda tanya besar dan menambah spekulasi di komunitas Web3.
Data on-chain terbaru mengungkapkan bahwa co-founder Ethereum, Vitalik Buterin, telah memindahkan dan melepas sebagian besar kepemilikan koinnya.
Vitalik tercatat telah menjual sekitar 17,000 ETH sepanjang bulan ini. Transaksi bernilai puluhan juta dolar ini memicu berbagai reaksi dari kalangan trader, terutama karena dilakukan saat market sedang berdarah.
Manuver pencairan aset ini menjadi sorotan tajam karena bertepatan dengan performa harga Ethereum yang sedang sangat terpuruk. Harga Ether (ETH) telah mengalami penurunan drastis sebesar 38% dalam sebulan terakhir.
Penurunan valuasi yang masif ini membuat aksi jual dari Vitalik Buterin dianggap oleh sebagian pihak sebagai langkah yang menambah beban sentimen negatif (FUD) di pasar.
Baca Juga: Akumulasi Berlanjut, Bitmine Kini Kuasai 3,66% dari Total Suplai Ethereum
Banyak investor ritel yang khawatir bahwa aksi jual dalam skala besar oleh pendirinya sendiri diartikan sebagai sinyal kurangnya kepercayaan terhadap pergerakan harga jangka pendek.
Penurunan harga Ether dan momentum penjualan 17,000 ETH dianggap sangat sensitif karena pasar sudah lebih dulu dibayangi oleh ancaman likuidasi massal dan kondisi makroekonomi yang belum stabil.
Meski memicu kepanikan, para pengamat blockchain kawakan mengingatkan komunitas untuk tidak langsung mengambil kesimpulan sepihak. Secara historis, pencairan aset oleh Vitalik Buterin bukanlah hal yang aneh.
Vitalik kerap menjual sebagian kecil dari portofolionya, Pada bulan Januari, ia tercatat menjual 16,384 ETH untuk mendukung pengembangan teknologi privasi, perangkat keras open-source, serta sistem perangkat lunak yang aman.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Vitalik mengenai tujuan spesifik dari penjualan 17,000 ETH tersebut. Namun, di tengah volatilitas ekstrem, pelaku pasar disarankan untuk tetap objektif dan menghindari pengambilan keputusan trading yang impulsif.
Disclaimer: Segala konten di Duta Crypto ID bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan saran investasi atau nasihat keuangan. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Duta Crypto ID tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang Anda buat.
Penulis aktif di Duta Crypto ID. Suka sharing tentang crypto, blockchain, nft dan berita-berita yg relevan dg industri Web3.
Agresivitas lembaga keuangan tradisional (TradFi) Wall Street dalam mengadopsi ekosistem Web3 kian tidak terbendung. Raksasa…
Raksasa perangkat lunak korporasi sekaligus pemegang aset kripto institusional terbesar di dunia, Strategy, kembali menegaskan…
Langkah ambisius Jepang untuk memosisikan dirinya sebagai salah satu pusat inovasi aset digital terkemuka di…
Pasar aset kripto kembali menunjukkan resiliensinya di tengah memanasnya tensi geopolitik Timur Tengah. Aset kripto…
Tren prediction markets yang sedang meledak di panggung global kini resmi memikat salah satu raksasa…
Raksasa manajemen aset global, Franklin Templeton, kembali membuat gebrakan besar di persimpangan keuangan tradisional (TradFi)…
This website uses cookies.