BitMart Akan Tutup Setelah 9 Tahun Beroperasi, Token Native BMX Merosot 58%!

Industri bursa aset kripto global kembali dihentak kabar mengejutkan. BitMart, salah satu platform perdagangan kripto terkemuka yang telah beroperasi selama 9 tahun, secara resmi mengumumkan penghentian seluruh kegiatan operasionalnya.

Keputusan mendadak ini langsung memicu gelombang panic selling, menyebabkan harga token aslinya, BMX, merosot drastis hingga 58% dalam hitungan jam.

Penutupan bursa veteran ini memperpanjang deretan dinamika keras di industri centralized exchange (CEX) yang mengalami tekanan kompetisi dan ketidakpastian regulasi global.

Alasan Penutupan dan Jadwal Penarikan Dana Pengguna

Pihak manajemen BitMart mengonfirmasi bahwa penutupan ini dilakukan setelah peninjauan strategis yang mendalam terhadap kondisi pasar terkini.

Faktor persaingan yang kian ketat dari bursa terdesentralisasi (DEX) serta beban kepatuhan regulasi yang makin berat menjadi pertimbangan utama di balik keputusan berat tersebut.

Seluruh layanan unntuk pendaftaran akun, perdagangan dan pengisian saldo (deposit) akan mulai dihentikan secara bertahap.

Pihak BitMart memberikan tenggat waktu bagi pengguna untuk segera mengamankan serta menarik (withdraw) seluruh aset digital dari platform sebelum sistem ditutup total.

Baca Juga: Polymarket Melawan Pemblokiran Situs Website oleh Pemerintah Prancis

Token BMX Terjun Bebas & Implikasi Bagi Pasar Kripto

Dampak terbesar dari pengumuman penutupan ini langsung dirasakan oleh para pemegang (holder) token BMX.

Aset kripto native dari bursa BitMart tersebut kehilangan lebih dari separuh nilai hanya dalam hitungan jam setelah rumor penutupan terkonfirmasi secara resmi.

Peristiwa ini menjadi pengingat sangat krusial bagi para trader mengenai pentingnya prinsip Self-Custody dan tidak menyimpan aset kripto jangka panjang di bursa terpusat.

Pengguna diimbau untuk tidak menunda proses penarikan dana mereka guna menghindari potensi kendala teknis saat tenggat akhir semakin dekat.