Platform pasar prediksi terdesentralisasi terkemuka, Polymarket, resmi mengambil langkah hukum setelah situs websitenya mengalami pemblokiran secara nasional oleh pemerintah Prancis.
Polymarket mengumumkan kesiapannya untuk menantang keputusan pemblokiran tersebut di pengadilan, menguji batas-batas regulasi terhadap platform berbasis blockchain di pasar Eropa.
Keputusan berani Polymarket ini menjadi sorotan utama industri Web3, menandai benturan terbuka antara regulator keuangan negara Barat dan ekosistem pasar prediksi.
Kronologi Pemblokiran dan Pembelaan Hukum
Pemerintah dan otoritas pengawas perjudian di Prancis melayangkan pemblokiran terhadap platform ini dengan alasan terkait regulasi taruhan dan perjudian tak berizin.
Namun, Polymarket menegaskan bahwa platform mereka beroperasi sebagai pasar prediksi informasi berbasis smart contracts, bukan penyedia jasa perjudian tradisional.
Langkah perlawanan hukum ini diambil untuk memperjelas status operasional pasar prediksi di bawah hukum Eropa serta melindungi hak akses pengguna secara global.
Baca Juga: SBI Holdings Akuisisi Coinhako Singapura Setelah Kantongi Izin MAS
Implikasi Regulasi Terhadap Platform Pasar Prediksi Web3
Kasus antara regulator Prancis (ANJ) dengan Polymarket menjadi preseden penting bagi masa depan platform prediction market berbasis kripto.
Ketika popularitas platform pasar prediksi melonjak pesat untuk memperkirakan berbagai peristiwa politik, ekonomi, dan olahraga, tantangan regulasi dari otoritas lokal diperkirakan akan semakin ketat.
Disclaimer: Segala konten di Duta Crypto ID bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan saran investasi atau nasihat keuangan. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Duta Crypto ID tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang Anda buat.

Penulis aktif di Duta Crypto ID. Suka sharing tentang crypto, blockchain, nft dan berita-berita yg relevan dg industri Web3.





