Tantang Polymarket, Gemini Siap Garap Pasar Prediksi Aset Kripto Legal

Persaingan bursa kripto di Amerika Serikat bukan lagi soal siapa yang punya biaya spot termurah. Pertarungan kini bergeser ke ranah yang jauh lebih “basah” dan menguntungkan: derivatif.

Salah satu sektor yang paling panas dan viral belakangan ini adalah pasar prediksi aset kripto (crypto asset prediction market), dan Gemini tampaknya tidak mau ketinggalan momentum tersebut.

Selama ini, trader AS sering merasa “dianaktirikan” karena fitur-fitur canggih hanya tersedia di bursa luar negeri. Namun, Gemini Foundation—sayap derivatif dari bursa milik Winklevoss bersaudara—baru saja menekan tombol “Gas Pol”.

Melansir laporan eksklusif dari The Block, Gemini secara resmi mengajukan permohonan kepada Commodity Futures Trading Commission (CFTC) untuk memperluas layanan mereka. Tak tanggung-tanggung, mereka mengajukan menu “Palugada”: Futures, Options, Perps, hingga Prediction Markets!

Mari kita bedah mengapa langkah ini bisa mengubah peta kekuatan di Wall Street.

Baca Juga: AS & Inggris Bersatu! Babak Baru Perkembangan Regulasi Aset Kripto Global

Menu Baru: Mengincar “Holy Grail” Trader Ritel

Dalam pengajuannya, Gemini membidik empat pilar utama produk derivatif:

  1. Futures (Kontrak Berjangka): Standar industri untuk lindung nilai.
  2. Options (Opsi): Instrumen favorit institusi untuk manajemen risiko.
  3. Perpetual Swaps (Perps): Kontrak tanpa kedaluwarsa yang selama ini menjadi mesin uang bursa global.
  4. Prediction Markets: Taruhan pada hasil event dunia (seperti Pemilu atau kebijakan The Fed).

Poin keempat inilah yang paling menarik. Gemini ingin membawa pasar prediksi aset kripto keluar dari area abu-abu menuju ranah legal yang diawasi penuh oleh regulator AS.

Momen Emas: Mengapa Sekarang?

Langkah Gemini ini tidak muncul tiba-tiba. Mereka memanfaatkan momentum kemenangan hukum yang baru saja terjadi di AS.

Mengutip laporan dari Cointelegraph, platform pasar prediksi Kalshi baru saja memenangkan pertarungan sengit di pengadilan melawan CFTC. Pengadilan AS memutuskan bahwa CFTC tidak bisa melarang Kalshi menawarkan kontrak prediksi pemilu.

Preseden hukum ini membuka pintu banjir. Gemini melihat celah ini dan langsung masuk untuk merebut kue pasar prediksi aset kripto yang selama ini dikuasai oleh Polymarket (yang ironisnya dilarang bagi pengguna AS). Gemini ingin menjadi “Polymarket versi Legal” yang terintegrasi langsung dengan dompet kripto Anda.

Persaingan Memanas: Coinbase Tidak Diam

Gemini tidak sendirian di arena ini. Raksasa bursa AS lainnya, Coinbase, juga sedang agresif berekspansi ke derivatif setelah mengakuisisi bursa berjangka FairX.

Seperti diberitakan oleh CoinDesk, Coinbase telah lebih dulu mendapatkan persetujuan regulator untuk menawarkan crypto futures kepada nasabah ritel AS yang memenuhi syarat.

Masuknya Gemini ke gelanggang ini menandakan dimulainya “Perang Derivatif AS”. Konsumen akan diuntungkan karena persaingan ini biasanya berujung pada biaya transaksi (fee) yang lebih rendah dan fitur yang lebih inovatif.

Jika Gemini berhasil mendapatkan stempel CFTC, ini akan menjadi validasi terbesar bahwa pasar prediksi aset kripto adalah instrumen keuangan sah yang setara dengan emas atau minyak di mata hukum AS. Kehadiran pemain besar yang terregulasi bisa membuat sektor ini jauh lebih aman bagi investor ritel.