Pasar kripto kembali dilanda ketegangan setelah seorang pemegang Bitcoin skala besar “Bitcoin whales” Garrett Jin baru saja memindahkan 6,318 Bitcoin, yang bernilai mencapai $424 juta ke bursa kripto Binance.
Manuver ini langsung memicu kekhawatiran di kalangan trader akan adanya potensi tekanan jual massal (sell-off) yang bisa mengguncang harga Bitcoin dalam jangka pendek.
Pergerakan dana ini tidak terjadi secara kebetulan, transfer Bitcoin dilakukan setelah Garrett Jin dilaporkan menderita likuidasi posisi senilai kurang lebih $250 juta akibat volatilitas pasar kripto yang brutal baru-baru ini.
Baca Juga: Upgrade Strategis MANTRA: Perubahan Ticker dan Tetapkan Coin Split 1:4
Dalam kripto, leverage ibarat pedang bermata dua, bisa memperbesar keuntungan bisa juga kerugian fatal. Skala deposit yang masif dan waktu yang berdekatan dengan peristiwa likuidasi memperkuat spekulasi pasar.
Banyak yang meyakini bahwa langkah ini adalah upaya dari Garrett Jin untuk menjual asetnya demi menutupi kerugian margin atau melakukan rebalancing (penyeimbangan ulang) portofolio.
Secara historis, memindahkan aset kripto dalam jumlah besar dari dompet pribadi ke bursa terpusat (CEX) sering kali diinterpretasikan sebagai indikasi kuat untuk bersiap menjual (intent to sell).
Meski likuiditas pasar Bitcoin bernilai miliaran dolar setiap harinya, tekanan jual langsung sebesar $424 juta dapat secara signifikan memengaruhi order book dan menghantam momentum pemulihan harga.
Hal ini menciptakan efek psikologis bagi para trader ritel. Ketakutan akan terjadinya koreksi harga sering kali memicu aksi jual defensif, yang justru semakin menekan harga aset ke bawah.
Meski kepanikan mulai muncul, analis menekankan pentingnya menjaga objektivitas dalam membaca dinamika pasar, tidak semua deposit ke bursa langsung berujung pada aksi dumping seketika.
Seringkali, whale menggunakan strategi eksekusi algoritmik untuk mencicil penjualan secara berkala untuk meminimalisir dampak harga (slippage). Selain itu, deposit juga bisa saja sekadar ditujukan untuk penyesuaian agunan.
Disclaimer: Segala konten di Duta Crypto ID bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan saran investasi atau nasihat keuangan. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Duta Crypto ID tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang Anda buat.
Penulis aktif di Duta Crypto ID. Suka sharing tentang crypto, blockchain, nft dan berita-berita yg relevan dg industri Web3.
Pertanyaan crypto itu judi atau bukan hampir selalu muncul setiap kali seseorang baru mengenal dunia…
Sebuah dompet Bitcoin (BTC) purba yang tidak aktif sejak era awal perkembangan kripto pada tahun…
Senat Amerika Serikat dipastikan menunda pemungutan suara terkait Kerangka Kerja Pasar Aset Digital atau RUU…
Pertanyaan Bitcoin berasal dari negara mana sebenarnya lebih rumit dari yang terlihat, karena jawabannya bukan…
Kasus penipuan kembali terjadi di ekosistem Web3, Wakil Jaksa di Amerika Serikat dan Asisten Direktur…
Investasi emas selama ini identik dengan urusan penyimpanan yang merepotkan, mulai dari biaya brankas, asuransi,…
This website uses cookies.