Di tengah dinamika pergerakan pasar aset kripto, aktivitas para whale selalu menjadi indikator krusial yang paling ditunggu oleh para investor dan trader. Baru-baru ini, sebuah dompet whale Ethereum baru sukses mencuri perhatian pasar setelah tercatat melakukan akumulasi besar-besaran dalam waktu singkat.
Pergerakan modal dalam skala masif ini menjadi sinyal kuat bahwa minat dan kepercayaan pemodal besar terhadap prospek jangka panjang Ethereum masih sangat tinggi.
Berdasarkan data on-chain, sebuah dompet baru dengan alamat 0x1AE…2a177 tercatat telah menyerok sebanyak 27,721 ETH dengan nilai mencapai sekitar $54,23 juta (setara lebih dari Rp914 miliar).
Langkah berani ini tampaknya sangat terukur, Harga rata-rata dari pembelian puluhan ribu ETH ini berada di harga $1.956 per koin. Menariknya, strategi akumulasi ini langsung membuahkan hasil positif.
Pada saat laporan ini dipublikasikan, alamat dompet tersebut mendapatkan keuntungan yang belum terealisasi (unrealized gain) sebesar sekitar $264.000.
Baca Juga: Ancaman Sell-Off! Garrett Jin Pindahkan 6,318 Bitcoin ke Binance Usai Terkena Likuidasi
Manuver yang dilakukan oleh whale sering kali menjadi katalis untuk menggerakkan momentum harga. Momen pembelian ini terjadi pada titik krusial di mana Ethereum sedang menavigasi level support dan resistance.
Apabila harga ETH mampu bertahan kuat dan mempertahankan posisinya di atas level support psikologis $1.900, hal ini dapat memperkuat sentimen pasar secara keseluruhan.
Kepercayaan diri whale ini berpotensi memicu fear of missing out (FOMO) di kalangan trader, yang pada akhirnya bisa mendorong harga (uptrend) menuju zona resistance berikutnya di $2.200 hingga $2.500.
Bagi para pengamat pasar, mengintegrasikan analitik on-chain adalah kunci untuk mengidentifikasi potensi masuk dan keluar di pasar Ethereum secara lebih presisi dan berbasis data.
Akumulasi masif ini mengindikasi bahwa para whale mungkin sedang memposisikan diri untuk menyambut pembaruan ekosistem Ethereum atau mengantisipasi pergeseran makroekonomi yang positif.
Disclaimer: Segala konten di Duta Crypto ID bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan saran investasi atau nasihat keuangan. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Duta Crypto ID tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang Anda buat.
Penulis aktif di Duta Crypto ID. Suka sharing tentang crypto, blockchain, nft dan berita-berita yg relevan dg industri Web3.
Agresivitas lembaga keuangan tradisional (TradFi) Wall Street dalam mengadopsi ekosistem Web3 kian tidak terbendung. Raksasa…
Raksasa perangkat lunak korporasi sekaligus pemegang aset kripto institusional terbesar di dunia, Strategy, kembali menegaskan…
Langkah ambisius Jepang untuk memosisikan dirinya sebagai salah satu pusat inovasi aset digital terkemuka di…
Pasar aset kripto kembali menunjukkan resiliensinya di tengah memanasnya tensi geopolitik Timur Tengah. Aset kripto…
Tren prediction markets yang sedang meledak di panggung global kini resmi memikat salah satu raksasa…
Raksasa manajemen aset global, Franklin Templeton, kembali membuat gebrakan besar di persimpangan keuangan tradisional (TradFi)…
This website uses cookies.