Kabar optimistis berembus di tengah fase pemulihan pasar kripto global. CEO Coinbase, Brian Armstrong, menyatakan keyakinannya bahwa pergerakan harga Bitcoin kemungkinan besar telah berhasil menyelesaikan fase koreksi terdalamnya (market bottom) di kisaran level $60.000 sebelum kembali memantul naik.
Pernyataan dari salah satu tokoh paling berpengaruh di industri kripto ini seketika memicu gelombang kepercayaan diri baru di kalangan investor retail maupun institusi.
Terlebih lagi, momentum ini bertepatan dengan meredanya tensi makro global yang sempat menekan instrumen investasi yang memiliki berisiko tinggi.
Proyeksi mengenai tercapainya dasar harga ini disampaikan langsung oleh Brian Armstrong melalui sebuah unggahan video di platform X.
Armstrong menggunakan kerangka kerja historis berupa siklus halving empat tahunan untuk membaca koreksi pasar yang terjadi belakangan ini.
Meskipun mengakui tidak ada yang bisa memastikan arah market secara mutlak, Armstrong menegaskan bahwa ia tetap mengambil posisi long (beli) untuk jangka panjang.
Ia memproyeksikan harga Bitcoin akan melesat jauh lebih tinggi pada tahun 2030 mendatang dan mempertegas status Bitcoin sebagai “emas digital” bagi sistem keuangan modern.
Baca Juga: Analis Standard Chartered Sebut Bitcoin Sudah Hit Bottom di Level Harga $59.000!
Optimisme Brian Armstrong bukan tanpa alasan, Bitcoin terbukti sukses mempertahankan area pertahanannya dan langsung melompat kembali ke atas $66.000 setelah kesepakatan geopolitik pembukaan Selat Hormuz tercapai.
Namun, para pelaku pasar tetap disarankan untuk memadukan insting eksekutif ini dengan indikator teknikal riil.
Merujuk analisis on-chain, CryptoQuant mencatat bahwa meskipun Bitcoin telah memasuki zona nilai historis di dekat harga realisasinya, kondisi permintaan pasar secara umum belum sepenuhnya stabil.
Aliran dana masuk pada produk ETF Bitcoin terpantau masih fluktuatif. Oleh karena itu, area price floor kuat masih membutuhkan validasi dari katalis makroekonomi berikutnya sebelum pasar bisa mengonfirmasi fase recovery yang sejati.
Disclaimer: Segala konten di Duta Crypto ID bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan saran investasi atau nasihat keuangan. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Duta Crypto ID tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang Anda buat.
Penulis aktif di Duta Crypto ID. Suka sharing tentang crypto, blockchain, nft dan berita-berita yg relevan dg industri Web3.
Agresivitas lembaga keuangan tradisional (TradFi) Wall Street dalam mengadopsi ekosistem Web3 kian tidak terbendung. Raksasa…
Raksasa perangkat lunak korporasi sekaligus pemegang aset kripto institusional terbesar di dunia, Strategy, kembali menegaskan…
Langkah ambisius Jepang untuk memosisikan dirinya sebagai salah satu pusat inovasi aset digital terkemuka di…
Pasar aset kripto kembali menunjukkan resiliensinya di tengah memanasnya tensi geopolitik Timur Tengah. Aset kripto…
Tren prediction markets yang sedang meledak di panggung global kini resmi memikat salah satu raksasa…
Raksasa manajemen aset global, Franklin Templeton, kembali membuat gebrakan besar di persimpangan keuangan tradisional (TradFi)…
This website uses cookies.