Categories: Berita

Standard Chartered Proyeksikan Harga Token Uniswap (UNI) Bakal Meroket 40x Lipat!

Sektor keuangan terdesentralisasi mendapatkan suntikan optimisme berskala raksasa dari institusi perbankan konvensional global. Dalam laporan riset terbaru yang dirilis oleh raksasa perbankan Standard Chartered, token milik Uniswap (UNI) diproyeksikan bakal mengalami lonjakan harga dan menyentuh $100 pada tahun 2030.

Target ambisius ini mencerminkan potensi kenaikan hingga hampir 40 kali lipat (40x) dari nilai perdagangan UNI saat ini yang berkisar di level $2,85 hingga $3,31.

Langkah Standard Chartered yang membuka cakupan analisis mendalam terhadap Uniswap ini menandai babak baru pengakuan institusi Wall Street terhadap kekuatan infrastruktur on-chain.

Gelombang Tokenisasi RWA Jadi Bahan Bakar Utama Lonjakan UNI

Kerangka analisis optimistis ini dipimpin langsung oleh Geoffrey Kendrick, Global Head of Digital Assets Research di Standard Chartered.

Alasan fundamental utama di balik proyeksi meroketnya harga token Uniswap (UNI) adalah migrasi besar-besaran aset dunia nyata (Real-World Assets/RWA) ke jaringan blockchain umum.

Bank memprediksi bahwa total nilai aset ter-tokenisasi secara on-chain akan meledak dari kisaran $340 miliar saat ini menjadi $4 triliun pada akhir tahun 2028.

Lebih menariknya, Standard Chartered memperkirakan porsi aset ter-tokenisasi yang aktif digunakan dalam aplikasi DeFi akan melonjak drastis dari hanya 3,5% menjadi 30% pada tahun 2030.

Skenario makro ini diproyeksikan mampu mendongkrak Total Value Locked (TVL) di sektor DeFi hingga menyentuh $2,7 triliun, sebuah pertumbuhan masif sebanyak 37 kali lipat yang akan langsung menguntungkan Uniswap.

Baca Juga: Analis Standard Chartered Sebut Bitcoin Sudah Hit Bottom di Level Harga $59.000!

Peta Jalan Harga UNI Menuju 2030 dan Efek Deflasi Token Burn

Standard Chartered tidak sekadar melempar sebuah angka, melainkan menyusun peta jalan (roadmap) pertumbuhan harga UNI secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan.

Dengan performa tersebut, Standard Chartered memproyeksikan UNI berpotensi kuat untuk mengungguli persentase keuntungan Bitcoin (BTC) maupun Ethereum (ETH) dalam rentang dekade ini.

Namun, aspek tokenomics internal juga menjadi pendorong krusial. Sejak implementasi upgrade tata kelola terbaru yang membagi biaya protokol dan mekanisme burn, Protokol Uniswap telah menghapus jutaan token UNI.

Kontraksi pasokan secara terprogram ini diyakini akan menciptakan efek kelangkaan yang signifikan, memberikan fondasi harga yang kokoh saat permintaan dari investor institusi mulai membanjiri pool likuiditas Uniswap di masa depan.

Recent Posts

Franklin Templeton Resmi Luncurkan Divisi Kripto Khusus Pasca Akuisisi 250 Digital

Agresivitas lembaga keuangan tradisional (TradFi) Wall Street dalam mengadopsi ekosistem Web3 kian tidak terbendung. Raksasa…

13 hours ago

Strategi Pantang Mundur Michael Saylor: Strategy Kembali Borong Bitcoin di Tengah Penurunan Saham STRC

Raksasa perangkat lunak korporasi sekaligus pemegang aset kripto institusional terbesar di dunia, Strategy, kembali menegaskan…

1 day ago

Dana Pensiun Korporasi Jepang Mulai Masuk Kripto, Regulasi Jadi Katalis Utama

Langkah ambisius Jepang untuk memosisikan dirinya sebagai salah satu pusat inovasi aset digital terkemuka di…

1 day ago

Bitcoin Bertahan di Level $64.000: Isu Selat Hormuz Warnai Dialog AS-Iran

Pasar aset kripto kembali menunjukkan resiliensinya di tengah memanasnya tensi geopolitik Timur Tengah. Aset kripto…

2 days ago

Charles Schwab Masuk Pasar Prediksi, Gandeng Cboe Siapkan Taruhan S&P 500

Tren prediction markets yang sedang meledak di panggung global kini resmi memikat salah satu raksasa…

3 days ago

Franklin Templeton Ajukan ETF Unik: Ubah Dividen Saham Jadi Bitcoin!

Raksasa manajemen aset global, Franklin Templeton, kembali membuat gebrakan besar di persimpangan keuangan tradisional (TradFi)…

4 days ago

This website uses cookies.