Categories: Berita

Harga Bitcoin Kembali Tembus $70.000: Data Inflasi AS Jadi Penyelamat Pasar Kripto

Pasar aset kripto kembali bernapas lega setelah harga Bitcoin (BTC) berhasil memanjat kembali ke atas level psikologis $70.000 pada akhir pekan ini. Pemulihan terjadi setelah aksi jual masif di awal Februari 2026 yang sempat menyeret Bitcoin mendekati area $60.000, memicu kekhawatiran akan bear market.

Lonjakan harga ini tidak terjadi tanpa alasan. Sentimen pasar berubah setelah laporan inflasi Amerika Serikat menunjukkan angka lebih yang rendah dari perkiraan, sehingga memberikan harapan baru bagi para investor aset berisiko.

Angin Segar dari Data Ekonomi AS

Pemicu utama rebound ini adalah rilis data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS bulan Januari yang mencatatkan tingkat inflasi sebesar 2,4% (YoY), sedikit lebih rendah dibandingkan prediksi analis sebesar 2,5%.

Angka ini menjadi sinyal kuat bagi pasar bahwa tekanan inflasi mulai mereda, yang secara langsung meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed mulai memangkas suku bunga lebih cepat, kemungkinan besar pada bulan April.

Baca Juga: Barry Silbert Prediksi 10% Kapitalisasi Bitcoin Bisa Pindah ke Privacy Coin

Dalam dunia investasi, penurunan suku bunga adalah kabar baik bagi aset high-beta seperti kripto. Biaya pinjaman yang lebih murah cenderung mendorong likuiditas masuk kembali ke pasar.

Faktor yang mendorong harga Bitcoin sukses merebut kembali level $70.000 seiring dengan meningkatnya selera risiko (risk appetite) para pedagang yang merespons data makroekonomi tersebut.

Saham Kripto Ikut Terbang

Efek dari kenaikan harga Bitcoin juga dirasakan langsung oleh sektor ekuitas yang terkait dengan kripto. Investor yang sebelumnya wait and see kini mulai kembali mengakumulasi posisi.

Saham Coinbase (COIN) dilaporkan melonjak hingga 18%, sementara MicroStrategy (MSTR) perusahaan yang dikenal dengan strategi perbendaharaan Bitcoin agresifnya naik 10%.

Kenaikan ini mengejutkan mengingat Coinbase dan MicroStrategy baru saja melaporkan kerugian kuartalan. Namun, optimisme pasar terhadap pemulihan harga aset digital tampaknya lebih dominan.

Fenomena ini menunjukkan adanya rotasi modal kembali ke eksposur aset digital, di mana saham-saham berbasis kripto mengalami lonjakan signifikan mengikuti tren positif dari kenaikan Bitcoin.

Apakah Dasar Sudah Terbentuk?

Meskipun harga Bitcoin mulai pulih, indikator sentimen pasar Crypto Fear & Greed Index masih menunjukkan “Extreme Fear”. Hal ini wajar mengingat volatilitas ekstrem yang terjadi beberapa minggu terakhir.

Firma riset K33 menyebut penurunan ke area $60.000 merupakan “local bottom” atau dasar sementara, yang ditandai oleh indikasi kapitulasi dalam volume perdagangan serta arus keluar pada aliran dana ETF.

Recent Posts

Bybit Gugat Lazarus Group atas Insiden Peretasan $1,5 Miliar

Bursa kripto Bybit mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Columbia terhadap Democratic…

2 hours ago

Crypto Itu Judi atau Bukan? Ini Jawaban dari Berbagai Sudut Pandang

Pertanyaan crypto itu judi atau bukan hampir selalu muncul setiap kali seseorang baru mengenal dunia…

9 hours ago

Dompet Kripto Dormant 15 Tahun Kembali Aktif dan Pindahkan 49 Bitcoin

Sebuah dompet Bitcoin (BTC) purba yang tidak aktif sejak era awal perkembangan kripto pada tahun…

1 day ago

Senat AS Tunda Voting RUU CLARITY Act Kripto hingga September

Senat Amerika Serikat dipastikan menunda pemungutan suara terkait Kerangka Kerja Pasar Aset Digital atau RUU…

1 day ago

Bitcoin Berasal dari Negara Mana? Ini Jawaban yang Sebenarnya Masih Jadi Misteri

Pertanyaan Bitcoin berasal dari negara mana sebenarnya lebih rumit dari yang terlihat, karena jawabannya bukan…

1 day ago

Pendiri Startup NFT Didakwa Atas Dugaan Penyelewengan Dana Investasi $10 Juta

Kasus penipuan kembali terjadi di ekosistem Web3, Wakil Jaksa di Amerika Serikat dan Asisten Direktur…

2 days ago

This website uses cookies.