Categories: Berita

Michael Saylor Kembali Beri Kode, Strategy Siap Serok Bitcoin 12 Minggu Berturut-turut?

Di tengah volatilitas pasar yang masih membayangi, Michael Saylor tampaknya belum puas dengan kepemilikan Bitcoin perusahaannya. Pendiri Strategy kembali memberikan sinyal kuat bahwa aksi akumulasi Bitcoin mereka akan terus berlanjut, menandai potensi pembelian selama 12 minggu berturut-turut meskipun neraca perusahaan sedang dalam tekanan.

Unggahan di akun media sosial X nya, menjadi indikator awal bahwa perusahaan sedang dalam proses atau baru menyelesaikan pembelian Bitcoin dalam jumlah besar, sebuah langkah yang menantang arus pasar saat ini.

Konsistensi di Tengah Badai Pasar

Langkah Michael Saylor ini sangat berani, bahkan nekat. Pasca flash crash Oktober tahun lalu yang menyeret harga Bitcoin jatuh dari harga tertingginya, banyak institusi memilih wait and see. Namun, Strategy melakukan sebaliknya.

Pembelian terakhir tercatat pada minggu lalu, Perusahaan menggelontorkan $90 juta untuk memborong 1.142 Bitcoin. Dengan tambahan ini, total kepemilikan mereka menjadi 714.644 Bitcoin, sebuah angka fantastis yang bernilai $49,3 miliar.

Sinyal terbaru dari Michael Saylor mengindikasikan bahwa strategi akumulasi Bitcoin tanpa henti ini masih menjadi prioritas utama perusahaan, tak peduli apa pun kondisi makronya.

Baca Juga: Gebrakan Baru Trump: Truth Social Funds Ajukan ETF Aset Digital ke SEC

Pertaruhan Berisiko: Harga Pasar vs Harga Modal

Yang membuat situasi ini menarik adalah posisi portofolio Strategy yang saat ini secara teknis sedang merugi. Rata-rata harga pembelian Strategy dilaporkan berada di $76.000 per Bitcoin, sementara harga saat ini di kisaran $68.000 – $70.000.

Kondisi ini menyebabkan rasio mNAV perusahaan jatuh di bawah angka 1, tepatnya di level 0,90. Sederhananya, pasar kini menilai saham perusahaan (MSTR) lebih rendah daripada nilai aset Bitcoin yang mereka pegang.

Menurut peringatan dari Standard Chartered, kondisi mNAV di bawah 1 biasanya menjadi lampu kuning bagi perusahaan treasury kripto karena akan menyulitkan mereka dalam mencari pendanaan baru.

Meskipun demikian, harga Bitcoin yang mulai menunjukkan pemulihan setelah laporan data Inflasi AS, Michael Saylor bertaruh bahwa pemulihan pasar ini akan membawa portofolionya kembali hijau, sekaligus membungkam para kritikus yang meragukan strategi “Diamond Hands”.

Recent Posts

Franklin Templeton Resmi Luncurkan Divisi Kripto Khusus Pasca Akuisisi 250 Digital

Agresivitas lembaga keuangan tradisional (TradFi) Wall Street dalam mengadopsi ekosistem Web3 kian tidak terbendung. Raksasa…

12 hours ago

Strategi Pantang Mundur Michael Saylor: Strategy Kembali Borong Bitcoin di Tengah Penurunan Saham STRC

Raksasa perangkat lunak korporasi sekaligus pemegang aset kripto institusional terbesar di dunia, Strategy, kembali menegaskan…

1 day ago

Dana Pensiun Korporasi Jepang Mulai Masuk Kripto, Regulasi Jadi Katalis Utama

Langkah ambisius Jepang untuk memosisikan dirinya sebagai salah satu pusat inovasi aset digital terkemuka di…

1 day ago

Bitcoin Bertahan di Level $64.000: Isu Selat Hormuz Warnai Dialog AS-Iran

Pasar aset kripto kembali menunjukkan resiliensinya di tengah memanasnya tensi geopolitik Timur Tengah. Aset kripto…

2 days ago

Charles Schwab Masuk Pasar Prediksi, Gandeng Cboe Siapkan Taruhan S&P 500

Tren prediction markets yang sedang meledak di panggung global kini resmi memikat salah satu raksasa…

3 days ago

Franklin Templeton Ajukan ETF Unik: Ubah Dividen Saham Jadi Bitcoin!

Raksasa manajemen aset global, Franklin Templeton, kembali membuat gebrakan besar di persimpangan keuangan tradisional (TradFi)…

4 days ago

This website uses cookies.