Categories: Berita

Jaksa AS Tuntut Do Kwon 12 Tahun Penjara atas Kolaps Terra–Luna

Kasus Do Kwon, pendiri Terraform Labs, memasuki babak baru. Jaksa federal Amerika Serikat secara resmi meminta hukuman 12 tahun penjara atas peran Do Kwon dalam kolapsnya ekosistem Terra–Luna dan stablecoin algoritmik TerraUSD (UST) yang menghapus sekitar US$40 miliar nilai pasar kripto pada tahun 2022.

Permintaan hukuman ini menjadi salah satu momen paling penting dalam sejarah penegakan hukum terhadap proyek kripto, dan berpotensi jadi peringatan keras bagi founder proyek lain yang bermain di area abu-abu regulasi.

Latar Belakang: Runtuhnya Terra–Luna dan UST Senilai US$40 Miliar

Terraform Labs mengembangkan dua aset utama:

  • TerraUSD (UST) – stablecoin algoritmik yang diklaim bisa mempertahankan harga mendekati US$1 lewat mekanisme arbitrase dengan token Luna.
  • Luna – token yang menyerap volatilitas UST dan menjadi “penyangga” sistem.

Pada puncaknya, ekosistem Terra–Luna dipandang sebagai salah satu proyek paling menjanjikan di dunia DeFi, bahkan sempat dianggap sebagai kandidat “bluechip kripto”.

Namun pada Mei 2022, UST kehilangan peg dari US$1. Mekanisme algoritmiknya gagal menjaga stabilitas, harga UST dan Luna anjlok mendekati nol, dan total nilai yang lenyap dari pasar diperkirakan sekitar US$40 miliar. Banyak investor ritel kehilangan dana dalam jumlah besar, dan kejatuhan Terra disebut sebagai salah satu pemicu utama crypto winter 2022.

Tuntutan Jaksa: 12 Tahun Penjara dan Forfeiture

Dalam dokumen yang diajukan ke hakim Paul Engelmayer di Pengadilan Distrik Selatan New York, jaksa federal AS meminta agar Do Kwon dijatuhi hukuman 12 tahun penjara.

Beberapa poin utama dari tuntutan jaksa:

  • Skala kerugian sangat besar (sekitar US$40 miliar nilai pasar).
  • Jaksa menilai Do Kwon melakukan penipuan bertahun-tahun, menyesatkan investor mengenai stabilitas UST dan kekuatan ekosistem Terra.
  • Ia juga dituduh berperan dalam mengerek harga token secara artifisial untuk menguntungkan dirinya dan menaikkan reputasinya.

Selain hukuman badan, jaksa juga meminta agar Do Kwon merampas (forfeit) lebih dari US$19 juta. Namun mereka memilih tidak meminta restitusi langsung kepada tiap korban karena proses penghitungan kerugian dan distribusinya akan rumit serta tumpang tindih dengan proses kebangkrutan Terraform Labs.

Argumen Pembela: Minta Maksimal 5 Tahun

Di sisi lain, tim kuasa hukum Do Kwon sebelumnya mengajukan agar:

  • Hukuman dibatasi maksimum 5 tahun penjara.

Mereka berargumen bahwa:

  • Kejatuhan Terra–Luna bukan murni akibat penipuan, tetapi juga karena serangan pasar terkoordinasi dari pihak ketiga yang mengeksploitasi kelemahan mekanisme UST.
  • Mereka mengutip analisis akademik serta laporan dari firma analitik on-chain untuk mendukung klaim tersebut.

Dengan kata lain, pembela mencoba membingkai kasus ini sebagai:

“Sistem yang gagal dan diserang, bukan penipuan yang sengaja direncanakan.”

Namun jaksa menilai bahwa pernyataan publik dan klaim teknis yang dibuat Do Kwon tentang stabilitas UST dan penggunaan Terra di dunia nyata sudah melewati batas kesalahan bisnis biasa dan masuk ke ranah fraud.


Perjalanan Hukum Do Kwon: Dari Buron Hingga Mengaku Bersalah

Perjalanan hukum Do Kwon cukup panjang dan penuh drama:

  1. Maret 2023 – Do Kwon didakwa di AS atas berbagai tuduhan, termasuk konspirasi melakukan penipuan, penipuan sekuritas, penipuan komoditas, wire fraud, manipulasi pasar, dan pencucian uang.
  2. Maret 2023 – Ia ditangkap di Montenegro karena bepergian menggunakan dokumen palsu, sementara AS dan Korea Selatan sama-sama mengajukan permohonan ekstradisi.
  3. Desember 2024 – Do Kwon akhirnya diekstradisi ke Amerika Serikat.
  4. Agustus 2025 – Di pengadilan federal New York, Do Kwon mengaku bersalah untuk beberapa tuduhan, termasuk konspirasi melakukan penipuan dan wire fraud, terkait runtuhnya UST dan Luna.

Reuters merangkum pengakuan bersalah Do Kwon beserta detail tuduhannya di sini.

Pengakuan bersalah ini menjadi faktor penting yang akan dipertimbangkan hakim ketika menjatuhkan vonis.

Dimensi Perdata: Kalah di Kasus SEC dan Denda Jumbo

Selain perkara pidana oleh jaksa federal, Do Kwon dan Terraform Labs juga menghadapi gugatan perdata dari U.S. Securities and Exchange Commission (SEC).

Pada April 2024, juri federal memutuskan bahwa:

  • Terraform Labs dan Do Kwon bertanggung jawab atas penipuan perdata, terutama karena menyesatkan investor mengenai stabilitas UST dan klaim penggunaan ekosistem Terra di dunia nyata.

Kemudian pada Juni 2024, SEC mengumumkan bahwa Terraform Labs dan Do Kwon:

  • Menyetujui penyelesaian yang mewajibkan pembayaran lebih dari US$4,5 miliar dalam bentuk disgorgement, bunga, dan denda.
  • Penyelesaian ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah penindakan SEC di sektor kripto.

Dampak Kasus Do Kwon bagi Dunia Kripto

Kasus Do Kwon dan runtuhnya Terra–Luna membawa sejumlah pelajaran penting bagi industri kripto:

1. Founder Tak Bisa Lagi Berlindung di Balik “Inovasi”

Regulator kini secara jelas mengirim pesan bahwa:

  • Klaim berlebihan, menyesatkan, dan tidak transparan tentang produk kripto bisa dianggap penipuan, bukan sekadar kegagalan startup.
  • Founder dan tim inti bisa dimintai tanggung jawab pribadi, baik pidana maupun perdata.

2. Stablecoin Algoritmik Dianggap Sangat Berisiko

Kegagalan UST membuat:

  • Stablecoin algoritmik kini dipandang jauh lebih berisiko dibanding stablecoin fiat-backed seperti USDT atau USDC.
  • Regulator dan investor kian selektif terhadap model stablecoin yang mengandalkan mekanisme pasar dan kepercayaan semata.

3. Investor Ritel Harus Jauh Lebih Kritis

Bagi investor ritel, pelajaran yang bisa diambil:

  • Jangan mudah percaya pada janji “yield tinggi tapi aman”.
  • Pahami minimal dasar mekanisme proyek sebelum menaruh porsi besar dana.
  • Selalu terapkan diversifikasi, jangan all-in pada satu ekosistem hanya karena hype.

Recent Posts

Franklin Templeton Resmi Luncurkan Divisi Kripto Khusus Pasca Akuisisi 250 Digital

Agresivitas lembaga keuangan tradisional (TradFi) Wall Street dalam mengadopsi ekosistem Web3 kian tidak terbendung. Raksasa…

16 hours ago

Strategi Pantang Mundur Michael Saylor: Strategy Kembali Borong Bitcoin di Tengah Penurunan Saham STRC

Raksasa perangkat lunak korporasi sekaligus pemegang aset kripto institusional terbesar di dunia, Strategy, kembali menegaskan…

2 days ago

Dana Pensiun Korporasi Jepang Mulai Masuk Kripto, Regulasi Jadi Katalis Utama

Langkah ambisius Jepang untuk memosisikan dirinya sebagai salah satu pusat inovasi aset digital terkemuka di…

2 days ago

Bitcoin Bertahan di Level $64.000: Isu Selat Hormuz Warnai Dialog AS-Iran

Pasar aset kripto kembali menunjukkan resiliensinya di tengah memanasnya tensi geopolitik Timur Tengah. Aset kripto…

2 days ago

Charles Schwab Masuk Pasar Prediksi, Gandeng Cboe Siapkan Taruhan S&P 500

Tren prediction markets yang sedang meledak di panggung global kini resmi memikat salah satu raksasa…

3 days ago

Franklin Templeton Ajukan ETF Unik: Ubah Dividen Saham Jadi Bitcoin!

Raksasa manajemen aset global, Franklin Templeton, kembali membuat gebrakan besar di persimpangan keuangan tradisional (TradFi)…

4 days ago

This website uses cookies.