Masih ingat saat Mark Zuckerberg dengan percaya diri mengubah nama Facebook menjadi Meta? Saat itu, ia mempertaruhkan segalanya pada dunia virtual bernama Metaverse. Tiga tahun berlalu, dan realitanya pahit: Metaverse telah menjadi mesin pembakar uang yang membuat investor geleng-geleng kepala.
Namun, angin segar akhirnya berhembus.
Laporan terbaru mengungkap bahwa Meta akhirnya siap melakukan “pendaratan darurat”. Mereka berencana memangkas anggaran gila-gilaan di divisi Metaverse dan mengalihkan amunisinya ke perang teknologi yang lebih nyata: Artificial Intelligence (AI).
Apakah ini sinyal buy untuk saham META? Mari kita bedah datanya.
Istilah “Black Hole” atau lubang hitam ini bukan karangan saya, melainkan sentimen yang berkembang di Wall Street. Divisi Reality Labs (pembuat Quest VR) telah mencatatkan kerugian operasional kumulatif lebih dari $70 Miliar sejak 2020.
Melansir data dari Tech in Asia, pada Q3 2024 saja, divisi ini menderita kerugian operasional sebesar $4,4 Miliar. Bayangkan, uang sebanyak itu lenyap setiap tiga bulan hanya untuk dunia virtual yang sepi pengunjung.
Namun, analis Mizuho Securities, Lloyd Walmsley, membawa kabar baik. Dalam catatan terbarunya yang dikutip oleh The Block, Meta berencana memangkas belanja Metaverse hingga 30%.
Ke mana perginya uang yang dihemat dari pemangkasan Metaverse? Jawabannya jelas: Perang AI.
Mark Zuckerberg tidak main-main. Laporan dari The Economic Times menyebutkan bahwa Meta berencana menggelontorkan dana fantastis hingga $65 Miliar – $72 Miliar di tahun 2025 khusus untuk infrastruktur AI.
Ini bukan sekadar wacana. Dana tersebut akan digunakan untuk:
Ini adalah langkah jenius untuk mengubah persepsi pasar: dari perusahaan yang “halu” dengan dunia virtual, menjadi raksasa AI yang pragmatis dan memiliki moat teknologi yang dalam.
Kombinasi antara “efisiensi” di Metaverse dan “agresivitas” di AI adalah musik yang indah bagi telinga investor.
Poin-poin kunci bagi portofolio Anda:
Sebagai pengamat teknologi selama 30 tahun, saya melihat Zuckerberg sedang melakukan apa yang disebut Corporate Survival. Dia tahu kapan harus memotong kerugian (cut loss) pada mimpi yang belum matang (Metaverse), demi mengejar emas yang sudah ada di depan mata (AI).
Keputusan ini mungkin menyakitkan bagi tim Reality Labs, tapi bagi pemegang saham? Ini adalah kado Natal terbaik.
Tukang sharing hal apapun terkait dunia Bitcoin, Crypto. NFT, Defi, Metaverse dan Blockchain. Founder Duta Crypto. Tetap “DYOR”.
Bursa kripto Bybit mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Columbia terhadap Democratic…
Pertanyaan crypto itu judi atau bukan hampir selalu muncul setiap kali seseorang baru mengenal dunia…
Sebuah dompet Bitcoin (BTC) purba yang tidak aktif sejak era awal perkembangan kripto pada tahun…
Senat Amerika Serikat dipastikan menunda pemungutan suara terkait Kerangka Kerja Pasar Aset Digital atau RUU…
Pertanyaan Bitcoin berasal dari negara mana sebenarnya lebih rumit dari yang terlihat, karena jawabannya bukan…
Kasus penipuan kembali terjadi di ekosistem Web3, Wakil Jaksa di Amerika Serikat dan Asisten Direktur…
This website uses cookies.