Ketakutan Ekstrem Melanda Pasar: ETF Bitcoin Catat Outflow $133 Juta

Pasar mata uang kripto tampaknya masih belum bisa keluar dari zona merah. Sentimen negatif yang berkepanjangan terus menekan harga aset digital utama, mendorong para investor institusional untuk menarik dana mereka dari instrumen Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin Spot di Amerika Serikat.

Situasi pasar saat ini menggambarkan kondisi psikologis investor yang tengah dilanda kepanikan, di mana arus keluar dana (outflow) mencapai angka yang cukup fantastis.

Rekor Arus Keluar Terburuk Sejak 2025?

Melansir data terbaru CoinGlass, ETF Bitcoin mencatatkan arus keluar sebesar $133,3 juta pada perdagangan hari ini. Angka ini menambah total kerugian mingguan menjadi $238 juta.

Jika tren negatif ini tidak berbalik arah pada sesi penutupan minggu ini, maka ini akan menjadi rekor arus keluar lima minggu berturut-turut pertama sejak Maret 2025.

Baca Juga: Rancangan Undang-Undang CLARITY Act Menuju Pengesahan di Kongres AS

BlackRock melalui produk iShares Bitcoin Trust (IBIT) menjadi penyumbang arus keluar (outflow) terbesar, dengan dana yang ditarik mencapai lebih dari $84 juta.

Volume perdagangan juga terpantau lesu di angka $3,4 miliar, yang mengindikasikan minimnya aktivitas beli (buying power) dari para investor.

Indeks ‘Extreme Fear’ dan Proyeksi Harga

Aksi jual massal ini sejalan dengan metrik Crypto Fear & Greed Index yang menunjukkan sentimen “Extreme Fear”. Meskipun harga Bitcoin sempat pulih dari level terendah di $60.000 pada awal bulan, tekanan jual tampaknya masih dominan.

Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di kisaran $66.000, yang berarti telah mengalami koreksi sekitar 24% sejak awal tahun. Sejalan dengan prediksi dari institusi keuangan besar seperti Standard Chartered.

Mereka memproyeksikan bahwa Bitcoin masih memiliki ruang untuk turun hingga menyentuh level $50.000 sebelum berpotensi memantul kuat dan mengejar target $100.000 di akhir tahun.