Ini adalah berita yang sangat besar, Kawan. Bagi kamu yang rajin memantau berita regulasi kripto Amerika Serikat, kabar hari ini ibarat angin segar di tengah gurun pasir.
Selama bertahun-tahun, impian para trader institusi itu sederhana: “Bisakah saya menggunakan tumpukan Bitcoin atau token aset nyata (RWA) saya sebagai jaminan (margin) untuk trading, tanpa harus menjualnya ke Dolar dulu?”
Selama ini jawabannya selalu: “Tidak boleh. Terlalu berisiko.” Namun, CFTC baru saja melubangi dinding tebal pemisah tersebut dengan palu godam.
Melansir laporan dari Cointelegraph, CFTC baru saja mengumumkan peluncuran program percontohan (pilot program) yang revolusioner. Intinya? Mereka akan mengizinkan penggunaan aset digital sebagai jaminan atau kolateral dalam perdagangan derivatif.
Mari kita bedah mengapa ini adalah langkah raksasa menuju kedewasaan pasar kripto.
Baca Juga: Upbit diserang Hacker 159ribu Kali
Kabar ini datang langsung dari Ketua CFTC, Rostin Behnam. Dalam sebuah pernyataan yang mengejutkan banyak pihak, ia menegaskan bahwa regulator tidak bisa lagi menutup mata terhadap perkembangan aset digital.
Program pilot ini dirancang untuk menguji bagaimana aset kripto bisa masuk ke dalam sistem kliring AS yang sangat ketat.
Bayangkan sebuah lembaga kliring (clearinghouse)—wasit yang menjamin transaksi di pasar berjangka—kini bisa memegang Bitcoin atau aset tokenisasi lainnya sebagai jaminan resmi. Ini adalah pengakuan implisit bahwa aset kripto memiliki nilai yang cukup stabil dan terukur untuk dijadikan sandaran transaksi keuangan tingkat tinggi.
Penting untuk dicatat bahwa update berita regulasi kripto Amerika Serikat ini tidak muncul dari ruang hampa. Ini adalah buah dari desakan industri yang sudah lama terdengar.
Sebelumnya, Komite Penasihat Pasar Global (GMAC) CFTC telah menerbitkan laporan rekomendasi yang mendesak regulator untuk mendukung penggunaan teknologi Distributed Ledger Technology (DLT) dalam manajemen kolateral.
Menurut laporan dari The Block, GMAC—yang anggotanya terdiri dari raksasa keuangan seperti BlackRock, Goldman Sachs, dan Citadel—telah lama berargumen bahwa tokenisasi kolateral dapat meningkatkan efisiensi modal secara drastis.
CFTC akhirnya mendengarkan suara para raksasa ini. Mereka sadar, jika AS tidak bergerak sekarang, inovasi ini akan pindah ke yurisdiksi lain yang lebih ramah.
Bagi investor ritel, mungkin ini terdengar teknis. Tapi bagi institusi, ini adalah soal Efisiensi Modal.
Mengutip analisis dari Bloomberg, penggunaan aset digital sebagai kolateral bisa membebaskan triliunan dolar modal yang selama ini “tidur”.
Uang tidak perlu tidur, dan aset tidak perlu dijual. Likuiditas pasar akan menjadi jauh lebih cair.
Intinya, berita regulasi kripto Amerika Serikat dari CFTC ini bukan sekadar headline lewat. Ini adalah stempel legitimasi tertinggi. Kripto tidak lagi dianggap sebagai “uang mainan internet”, melainkan aset kelas komoditas yang sah, yang bisa duduk sejajar dengan Obligasi AS (Treasury) sebagai jaminan transaksi.
Pasar mungkin belum bereaksi gila-gilaan hari ini, tapi fondasi pipa keuangan global baru saja dipasang.
Tukang sharing hal apapun terkait dunia Bitcoin, Crypto. NFT, Defi, Metaverse dan Blockchain. Founder Duta Crypto. Tetap “DYOR”.
Perusahaan publik pemegang Bitcoin terbesar di dunia, Strategy, kembali melakukan penyesuaian pada strategi permodalannya. Dalam…
Pasar aset digital global kembali menunjukkan sinyal pemulihan sangat positif setelah tekanan geopolitik di kawasan…
Robinhood, platform perdagangan aset digital raksasa asal Amerika Serikat, semakin serius mempertegas komitmen ekspansi internasional.…
Dompet kripto self-custody, MetaMask kembali membuat gebrakan revolusioner yang siap mengubah cara pengguna berinteraksi dengan…
Perusahaan induk dari platform media sosial Truth Social, Trump Media & Technology Group (TMTG), bersama…
Bank Sentral Brasil memperketat aturan main bagi industri aset digital di negaranya. Melalui regulasi terbaru,…
This website uses cookies.