Banyak orang mengenal Solana hanya sebagai “salah satu aset kripto”, tanpa benar-benar memahami solana bergerak di bidang apa secara spesifik.
Padahal, Solana bukan sekadar mata uang digital, melainkan sebuah platform infrastruktur teknologi yang menopang berbagai sektor industri berbasis Web3.
Artikel ini akan mengupas bidang-bidang utama yang digarap Solana, sekaligus memberi gambaran ringkas mengenai foundernya dan token native yang menggerakkannya.
Secara mendasar, Solana bergerak di bidang pengembangan infrastruktur teknologi blockchain, khususnya menyediakan solusi bagi berbagai kebutuhan berbasis Web3.
Solana bukan hanya sistem pembayaran atau aset digital semata, melainkan menjadi “tulang punggung” bagi proyek-proyek yang membutuhkan kecepatan transaksi tinggi dan biaya rendah.
Fokus utamanya adalah menyediakan lapisan dasar (base layer) yang bisa dibangun di atasnya oleh developer, kreator, maupun institusi finansial.
Solana digagas oleh Anatoly Yakovenko, mantan insinyur Qualcomm, bersama Raj Gokal dan sejumlah koleganya, lalu didirikan pada 2017 melalui perusahaan Solana Labs yang berbasis di San Francisco, Amerika Serikat.
Token native jaringan ini bernama SOL, digunakan sebagai alat pembayaran biaya transaksi, media staking, hingga token governance.
Bagi Anda yang ingin memahami lebih dalam soal sejarah dan latar belakang lengkapnya, silakan baca artikel kami tentang Solana dari negara mana yang mengulas topik ini secara detail.
Di bawah payung infrastruktur blockchain, solana bergerak di bidang apa secara lebih rinci bisa dipecah menjadi beberapa sub-sektor berikut:
Kemampuan solana bergerak di bidang apa saja secara bersamaan ini tidak lepas dari keunggulan teknisnya, yaitu mekanisme Proof-of-History yang memungkinkan pemrosesan transaksi secara paralel dengan biaya sangat rendah.
Menurut ulasan dari Reku mengenai cara kerja dan fungsi Solana, Solana dirancang bukan hanya soal teknologi blockchain semata, tetapi juga bagaimana membuatnya lebih dapat diakses oleh pengguna umum, sehingga mendorong kolaborasi luas antara developer aplikasi, kreator NFT, dan komunitas game dalam satu ekosistem yang sama.
Jadi, jika ditanya solana bergerak di bidang apa, jawabannya bukan sekadar “kripto” secara umum, melainkan infrastruktur teknologi blockchain yang menopang beragam sektor, mulai dari DeFi, NFT, gaming, tokenisasi aset, DePIN, hingga aktivitas spekulatif ritel.
Cakupan yang luas inilah yang membuat Solana terus relevan sebagai salah satu platform Layer-1 paling aktif di industri Web3 saat ini.
Disclaimer: Segala konten di Duta Crypto ID bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan saran investasi atau nasihat keuangan. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Duta Crypto ID tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang Anda buat.
Tukang sharing hal apapun terkait dunia Bitcoin, Crypto. NFT, Defi, Metaverse dan Blockchain. Founder Duta Crypto. Tetap “DYOR”.
Nama Robinhood mungkin sudah tidak asing bagi Anda, terutama setelah aplikasi ini sempat viral saat…
Platform pasar prediksi atau prediction market, Kalshi, diperintahkan oleh pengadilan negara bagian Washington untuk segera…
Bursa kripto terbesar di dunia, Binance, mengumumkan kebijakan terbaru yang akan berhenti memproses transaksi yang…
Di antara berbagai blockchain Layer-1 tercepat saat ini, Solana kerap dikaitkan dengan Amerika Serikat karena…
Penerbit stablecoin terbesar di dunia, Tether, resmi mengumumkan penyelesaian audit keuangan menyeluruh yang ditangani oleh…
Trezor, salah satu produsen dompet kripto fisik (hardware wallet) terkemuka di dunia, mengeluarkan peringatan keamanan…
This website uses cookies.