Categories: Berita

Susul Langkah Inggris, Kanada Bersiap Melarang Donasi Kripto untuk Kampanye Politik

Hubungan antara dunia politik dan mata uang kripto tampaknya kembali menemui jalan buntu. Pemerintah federal Kanada kini tengah merumuskan rancangan undang-undang C-25 yang dengan tegas melarang penggunaan Bitcoin atau aset kripto lainnya sebagai alat donasi dalam kampanye politik.

Langkah ini menandai babak baru dalam pengetatan regulasi kripto di negara tersebut, sekaligus mempersempit ruang gerak adopsi aset digital di ranah politik arus utama.

Menutup Celah Pendanaan Gelap dan Anonimitas

Alasan utama larangan ini berpusat pada masalah transparansi dan keamanan nasional, Otoritas setempat menyoroti risiko pendanaan gelap dan potensi campur tangan asing yang kerap bersembunyi di balik transaksi blockchain yang pseudo-anonim.

Berbeda dengan sistem perbankan yang mewajibkan verifikasi identitas (KYC) berlapis, Sumbangan dalam bentuk kripto dianggap terlalu berisiko karena asal-usul dananya sulit dilacak secara presisi oleh lembaga pengawas negara.

Mengekor Jejak Regulasi Inggris Raya

Kebijakan yang diambil oleh Kanada tidak muncul secara tiba-tiba. Langkah ini secara langsung mengekor regulasi serupa yang telah lebih dulu diwacanakan dan diterapkan oleh otoritas di Inggris (UK).

Inggris sebelumnya telah mengambil sikap keras untuk memastikan integritas demokrasi mereka tetap terjaga dari aliran dana asing tak terlacak yang berpotensi memengaruhi hasil pemilu.

Dengan aturan baru ini, seluruh partai politik dan kandidat di Kanada nantinya hanya diperbolehkan menerima sumbangan dalam bentuk mata uang fiat konvensional yang disalurkan melalui jalur perbankan resmi yang terdaftar.

Baca Juga: David Sacks Lepas Jabatan “Crypto & AI Czar” untuk Peran yang Lebih Besar!

Dampaknya Bagi Industri Kripto Global

Langkah Kanada dan Inggris ini bisa menjadi preseden buruk bagi politisi pro-kripto di negara lain yang sebelumnya mengandalkan aset digital untuk menggalang dana kampanye.

Meskipun teknologi blockchain sejatinya menawarkan transparansi buku besar publik, stigma mengenai pendanaan gelap rupanya masih terlalu kuat di mata para regulator pemilu.

Recent Posts

Robinhood Perluas Layanan Trading Kripto di Inggris, Manfaatkan Bitstamp

Robinhood, platform perdagangan aset digital raksasa asal Amerika Serikat, semakin serius mempertegas komitmen ekspansi internasional.…

16 minutes ago

MetaMask Meluncurkan Agent Wallet untuk Trading Kripto Otomatis Berbasis AI

Dompet kripto self-custody, MetaMask kembali membuat gebrakan revolusioner yang siap mengubah cara pengguna berinteraksi dengan…

11 hours ago

Trump Media Resmi Mengakhiri Kemitraan Strategis dengan Crypto.com

Perusahaan induk dari platform media sosial Truth Social, Trump Media & Technology Group (TMTG), bersama…

21 hours ago

Bank Sentral Brasil Wajibkan Bursa Kripto Tunda Transfer Luar Negeri hingga 24 Jam

Bank Sentral Brasil memperketat aturan main bagi industri aset digital di negaranya. Melalui regulasi terbaru,…

1 day ago

Kaya dari Memecoin, Realistis atau Cuma Mitos? Ini Datanya

Cerita orang yang tiba-tiba kaya dari memecoin memang sering viral dan bikin banyak orang tergiur…

1 day ago

Jam Trading Crypto Terbaik: Kapan Waktu Paling Ideal untuk Transaksi?

Salah satu keunikan pasar kripto dibanding saham atau forex adalah sifatnya yang buka 24 jam…

1 day ago

This website uses cookies.