Platform exchange terdesentralisasi (DEX) Aster, secara resmi mengumumkan standar upgrade fitur yang sangat signifikan pada mekanisme ekosistem mereka, upgradeĀ ini bertajuk Aster Open Standards Phase 2 (AOS-2).
Dalam kebijakan barunya, setiap proyek kripto yang ingin melakukan listing kontrak futures atau membuka fitur perdagangan futures di platform Aster diharuskan untuk menstaking 1 juta token ASTER selama 4 tahun tanpa opsi penarikan.
Setelah komitmen staking terpenuhi, proposal proyek akan memasuki tahap voting oleh para validator on-chain. Apabila proposal ditolak, seluruh deposit 1 juta ASTER akan dikembalikan secara penuh.
Komitmen berani Aster ini sebagai strategi untuk meningkatkan standar dan kualitas proyek yang masuk ke dalam Platform Aster.
Kebijakan mengharuskan staking ini dirancang sebagai alat kontrol kualitas (quality control) sekaligus mitigasi risiko bagi komunitas investor.
Dengan memberikan syarat penguncian aset dalam jumlah yang masif, pengembang dari setiap proyek dituntut menunjukkan sebuah komitmen serta keseriusan finansial untuk jangka panjang.
Aturan ketat dari Aster diharapkan mampu menekan potensi proyek yang berkualitas rendah ataupun risiko penipuan (rug pull) yang kerap membayangi peluncuran token baru di industri Web3.
Baca Juga: Anthropic Mencapai Kesepakatan $9 Miliar dengan Riot
Selain memperkuat aspek keamanan dari ekosistem Aster, pembaruan aturan listing ini membawa dampak langsung yang menguntungkan bagi tokenomics platform.
Kewajiban staking 1 juta ASTER per proyek secara otomatis akan menyerap pasokan token yang beredar di pasar, menciptakan kelangkaan yang berpotensi mendorong apresiasi nilai aset.
Peningkatan utilitas penguncian aset berpotensi memberikan dorongan fundamental dan sinyal bullish bagi para holder ASTER, sekaligus memvalidasi posisi Aster sebagai platform yang memprioritaskan keberlanjutan dan integritas pasar.
Disclaimer: Segala konten di Duta Crypto ID bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan saran investasi atau nasihat keuangan. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Duta Crypto ID tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang Anda buat.
Penulis aktif di Duta Crypto ID. Suka sharing tentang crypto, blockchain, nft dan berita-berita yg relevan dg industri Web3.
Raksasa perbankan global, Standard Chartered, kembali mengguncang pasar dengan proyeksi bullish mereka. Kali ini, sorotan…
Bursa kripto terbesar di Amerika Serikat, Coinbase, kembali mencetak kemenangan regulasi setelah berhasil mengantongi persetujuan…
Aplikasi perpesanan instan Telegram membuat gebrakan besar di ekosistem Web3. Langkah ambisius untuk mempermudah akses…
Dalam langkah inovatif yang menyoroti tren Tokenisasi Aset Dunia Nyata (Real World Assets/RWA), bursa kripto…
Perusahaan penyedia layanan pembayaran kripto berbasis di Hong Kong, RedotPay, selangkah lebih dekat menuju lantai…
Awan hitam tengah menyelimuti salah satu platform pasar prediksi paling populer di ekosistem Web3, Polymarket.…
This website uses cookies.