Persaingan bursa kripto di Amerika Serikat bukan lagi soal siapa yang punya biaya spot termurah. Pertarungan kini bergeser ke ranah yang jauh lebih “basah” dan menguntungkan: derivatif.
Salah satu sektor yang paling panas dan viral belakangan ini adalah pasar prediksi aset kripto (crypto asset prediction market), dan Gemini tampaknya tidak mau ketinggalan momentum tersebut.
Selama ini, trader AS sering merasa “dianaktirikan” karena fitur-fitur canggih hanya tersedia di bursa luar negeri. Namun, Gemini Foundation—sayap derivatif dari bursa milik Winklevoss bersaudara—baru saja menekan tombol “Gas Pol”.
Melansir laporan eksklusif dari The Block, Gemini secara resmi mengajukan permohonan kepada Commodity Futures Trading Commission (CFTC) untuk memperluas layanan mereka. Tak tanggung-tanggung, mereka mengajukan menu “Palugada”: Futures, Options, Perps, hingga Prediction Markets!
Mari kita bedah mengapa langkah ini bisa mengubah peta kekuatan di Wall Street.
Baca Juga: AS & Inggris Bersatu! Babak Baru Perkembangan Regulasi Aset Kripto Global
Dalam pengajuannya, Gemini membidik empat pilar utama produk derivatif:
Poin keempat inilah yang paling menarik. Gemini ingin membawa pasar prediksi aset kripto keluar dari area abu-abu menuju ranah legal yang diawasi penuh oleh regulator AS.
Langkah Gemini ini tidak muncul tiba-tiba. Mereka memanfaatkan momentum kemenangan hukum yang baru saja terjadi di AS.
Mengutip laporan dari Cointelegraph, platform pasar prediksi Kalshi baru saja memenangkan pertarungan sengit di pengadilan melawan CFTC. Pengadilan AS memutuskan bahwa CFTC tidak bisa melarang Kalshi menawarkan kontrak prediksi pemilu.
Preseden hukum ini membuka pintu banjir. Gemini melihat celah ini dan langsung masuk untuk merebut kue pasar prediksi aset kripto yang selama ini dikuasai oleh Polymarket (yang ironisnya dilarang bagi pengguna AS). Gemini ingin menjadi “Polymarket versi Legal” yang terintegrasi langsung dengan dompet kripto Anda.
Gemini tidak sendirian di arena ini. Raksasa bursa AS lainnya, Coinbase, juga sedang agresif berekspansi ke derivatif setelah mengakuisisi bursa berjangka FairX.
Seperti diberitakan oleh CoinDesk, Coinbase telah lebih dulu mendapatkan persetujuan regulator untuk menawarkan crypto futures kepada nasabah ritel AS yang memenuhi syarat.
Masuknya Gemini ke gelanggang ini menandakan dimulainya “Perang Derivatif AS”. Konsumen akan diuntungkan karena persaingan ini biasanya berujung pada biaya transaksi (fee) yang lebih rendah dan fitur yang lebih inovatif.
Jika Gemini berhasil mendapatkan stempel CFTC, ini akan menjadi validasi terbesar bahwa pasar prediksi aset kripto adalah instrumen keuangan sah yang setara dengan emas atau minyak di mata hukum AS. Kehadiran pemain besar yang terregulasi bisa membuat sektor ini jauh lebih aman bagi investor ritel.
Tukang sharing hal apapun terkait dunia Bitcoin, Crypto. NFT, Defi, Metaverse dan Blockchain. Founder Duta Crypto. Tetap “DYOR”.
Agresivitas lembaga keuangan tradisional (TradFi) Wall Street dalam mengadopsi ekosistem Web3 kian tidak terbendung. Raksasa…
Raksasa perangkat lunak korporasi sekaligus pemegang aset kripto institusional terbesar di dunia, Strategy, kembali menegaskan…
Langkah ambisius Jepang untuk memosisikan dirinya sebagai salah satu pusat inovasi aset digital terkemuka di…
Pasar aset kripto kembali menunjukkan resiliensinya di tengah memanasnya tensi geopolitik Timur Tengah. Aset kripto…
Tren prediction markets yang sedang meledak di panggung global kini resmi memikat salah satu raksasa…
Raksasa manajemen aset global, Franklin Templeton, kembali membuat gebrakan besar di persimpangan keuangan tradisional (TradFi)…
This website uses cookies.