Pasar aset kripto kembali menghadapi tekanan eksternal yang cukup signifikan dari pasar keuangan tradisional (TradFi). Harga Bitcoin (BTC) mengalami penurunan tajam mendekati zona dukungan penting di level $62.000.
Sentimen negatif ini dipicu oleh aksi jual massal (sell-off) saham-saham sektor teknologi, khususnya industri semikonduktor dan cip kecerdasan buatan (AI), yang memasuki hari kedua berturut-turut di bursa Wall Street.
Korelasi yang masih erat antara aset digital berisiko tinggi dan pergerakan indeks teknologi makro membuat pasar kripto ikut terseret dalam gelombang penyesuaian portofolio oleh para investor institusional global.
Koreksi yang menimpa mata uang kripto nomor satu di dunia (Bitcoin) ini terjadi bersamaan dengan merosotnya indeks saham-saham cip papan atas seperti Nvidia, AMD, dan TSMC.
Ketika para manajer investasi mulai mengamankan keuntungan dari sektor teknologi yang sebelumnya telah reli sangat tinggi, likuiditas di pasar aset digital spekulatif ikut mengalami pengetatan jangka pendek.
Level $62.000 kini menjadi benteng krusial, apabila Bitcoin gagal mempertahankan area psikologis ini, dikhawatirkan dapat memicu likuidasi posisi long massal di pasar derivatif dan membuka celah penurunan lebih lanjut.
Baca Juga: Dana Pensiun Korporasi Jepang Mulai Masuk Kripto, Regulasi Jadi Katalis Utama
Meskipun pasar spot menghadapi tekanan jual yang cukup intensif, aktivitas di bursa opsi (options) menunjukkan dinamika yang menarik.
Sebagian institusional memanfaatkan momentum ini untuk melakukan lindung nilai dengan membeli opsi jual (put options) jangka pendek, sembari tetap mempertahankan posisi opsi beli (call options) jangka panjang untuk akhir tahun.
Para pengamat pasar menilai bahwa volatilitas yang dipicu oleh penurunan saham sektor teknologi ini bersifat musiman.
Jika stabilitas di sektor semikonduktor berhasil pulih dalam beberapa sesi perdagangan ke depan, Bitcoin memiliki peluang besar untuk melakukan rebound cepat dan kembali menguji area resistansi di atas $64.000 hingga $65.000.
Disclaimer: Segala konten di Duta Crypto ID bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan saran investasi atau nasihat keuangan. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Duta Crypto ID tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang Anda buat.
Penulis aktif di Duta Crypto ID. Suka sharing tentang crypto, blockchain, nft dan berita-berita yg relevan dg industri Web3.
Agresivitas lembaga keuangan tradisional (TradFi) Wall Street dalam mengadopsi ekosistem Web3 kian tidak terbendung. Raksasa…
Raksasa perangkat lunak korporasi sekaligus pemegang aset kripto institusional terbesar di dunia, Strategy, kembali menegaskan…
Langkah ambisius Jepang untuk memosisikan dirinya sebagai salah satu pusat inovasi aset digital terkemuka di…
Pasar aset kripto kembali menunjukkan resiliensinya di tengah memanasnya tensi geopolitik Timur Tengah. Aset kripto…
Tren prediction markets yang sedang meledak di panggung global kini resmi memikat salah satu raksasa…
Raksasa manajemen aset global, Franklin Templeton, kembali membuat gebrakan besar di persimpangan keuangan tradisional (TradFi)…
This website uses cookies.