Pernahkah kamu bingung kenapa ada koin kripto yang tiba-tiba dihapus (delisting) dari bursa besar karena masalah hukum? Atau kenapa ada proyek yang dikejar-kejar oleh SEC (Polisi Pasar Modal AS)? Jawabannya seringkali terletak pada jenis tokennya.
Banyak investor pemula memukul rata semua aset kripto sebagai “saham digital”. Padahal, tidak semua koin itu sama. Memahami definisi mendasar tentang apa itu utility token dan security token adalah langkah pertama agar kamu bisa membedakan mana aset yang berfungsi sebagai “kupon layanan” dan mana yang berfungsi sebagai “surat berharga”. Salah identifikasi bisa membuat portofolio kamu nyangkut karena masalah regulasi.
Baca Juga: Mengupas Tuntas Hukum Trading Crypto Menurut MUI Terbaru
Bayangkan kamu pergi ke tempat rekreasi seperti Dufan atau Timezone. Untuk bisa menaiki wahana atau bermain game, kamu harus menukarkan uang Rupiah dengan koin khusus atau kartu saldo.
Nah, Utility Token bekerja persis seperti koin Timezone tersebut.
Jadi, saat kamu membeli Utility Token, kamu tidak sedang membeli saham perusahaan tersebut. Kamu hanya membeli “kunci masuk” ke layanan mereka.
Berbeda 180 derajat, Security Token adalah bentuk digital dari kontrak investasi tradisional.
Bayangkan kamu membeli saham Apple atau surat utang negara, tapi sertifikat kertasnya diganti menjadi token digital.
Untuk benar-benar mengerti apa itu utility token dan security token, regulator dunia biasanya menggunakan standar yang disebut Howey Test. Sebuah aset dianggap Security Token jika memenuhi kriteria:
Jika sebuah token lolos tes ini, maka ia adalah sekuritas. Inilah kenapa Ripple (XRP) bertahun-tahun bertarung di pengadilan melawan SEC untuk membuktikan bahwa mereka bukan sekuritas.
Untuk pemahaman lebih mendalam mengenai klasifikasi aset kripto ini secara global, Coinbase memiliki panduan komprehensif yang mengulas perbedaan teknis dan hukumnya secara detail. Artikel tersebut sangat kredibel untuk dijadikan referensi lanjutan.
Kenapa kamu harus peduli?
Dunia kripto bukan hanya sekadar grafik naik turun. Di balik lilin hijau dan merah, ada struktur hukum yang menopang aset tersebut.
Sekarang kamu sudah paham bahwa Utility Token ibarat “Kupon Jasa”, sedangkan Security Token ibarat “Sertifikat Saham”. Pengetahuan tentang apa itu utility token dan security token ini diharapkan bisa menjadi filter pertamamu sebelum memutuskan untuk menekan tombol buy.
Disclaimer: Segala konten di Duta Crypto ID bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan saran investasi atau nasihat keuangan. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Duta Crypto ID tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang Anda buat.
Tukang sharing hal apapun terkait dunia Bitcoin, Crypto. NFT, Defi, Metaverse dan Blockchain. Founder Duta Crypto. Tetap “DYOR”.
Agresivitas lembaga keuangan tradisional (TradFi) Wall Street dalam mengadopsi ekosistem Web3 kian tidak terbendung. Raksasa…
Raksasa perangkat lunak korporasi sekaligus pemegang aset kripto institusional terbesar di dunia, Strategy, kembali menegaskan…
Langkah ambisius Jepang untuk memosisikan dirinya sebagai salah satu pusat inovasi aset digital terkemuka di…
Pasar aset kripto kembali menunjukkan resiliensinya di tengah memanasnya tensi geopolitik Timur Tengah. Aset kripto…
Tren prediction markets yang sedang meledak di panggung global kini resmi memikat salah satu raksasa…
Raksasa manajemen aset global, Franklin Templeton, kembali membuat gebrakan besar di persimpangan keuangan tradisional (TradFi)…
This website uses cookies.