Edukasi

Robinhood Adalah Aplikasi Apa? Ini Cerita di Balik Fenomena Trading Saham Gratis

Nama Robinhood mungkin sudah tidak asing bagi Anda, terutama setelah aplikasi ini sempat viral saat fenomena saham meme GameStop pada 2021.

Namun, tidak sedikit orang yang masih bertanya-tanya Robinhood adalah aplikasi apa sebenarnya, dan mengapa namanya begitu identik dengan revolusi dunia investasi ritel di Amerika Serikat.

Artikel ini akan membahas secara detail pengertian, sosok pendiri, model bisnis, hingga kegunaan aplikasi yang mengubah wajah industri broker saham ini.

Apa itu Robinhood?

Robinhood adalah aplikasi trading dan investasi berbasis mobile yang memungkinkan penggunanya membeli dan menjual saham, exchange-traded fund (ETF), opsi, hingga aset kripto tanpa dikenakan biaya komisi transaksi.

Robinhood dioperasikan oleh perusahaan bernama Robinhood Markets, Inc., yang berbasis di Menlo Park, California, Amerika Serikat.

Nama “Robinhood” sendiri terinspirasi dari tokoh legendaris Inggris yang terkenal karena mengambil kekayaan dari orang kaya untuk diberikan kepada rakyat kecil, mencerminkan visi perusahaan untuk “mendemokratisasi” akses pasar keuangan yang sebelumnya didominasi investor institusional.

Siapa Pendiri Robinhood?

Robinhood didirikan oleh Vladimir “Vlad” Tenev dan Baiju Bhatt, dua sahabat yang bertemu saat menempuh studi matematika di Stanford University.

Tenev sendiri lahir di Varna, Bulgaria, pada 13 Februari 1987, sebelum keluarganya berimigrasi ke Amerika Serikat. Setelah lulus dari Stanford pada 2008, Tenev melanjutkan studi PhD di UCLA, sementara Bhatt bergabung dengan sebuah firma trading di New York.

Terinspirasi oleh krisis finansial global 2008 dan gerakan Occupy Wall Street, keduanya memutuskan keluar dari jalur akademis dan bisnis masing-masing untuk mendirikan dua perusahaan trading berturut-turut, Celeris dan Chronos Research, sebelum akhirnya mendirikan Robinhood secara resmi pada 18 April 2013.

Menurut profil mendalam dari Quartr mengenai perjalanan Vlad Tenev, keduanya menyadari bahwa firma besar Wall Street bisa bertransaksi saham dengan biaya nyaris nol, sementara investor ritel biasa harus menanggung biaya komisi yang cukup besar setiap kali bertransaksi—ketimpangan inilah yang menjadi latar belakang utama lahirnya Robinhood.

Bagaimana Cara Kerja dan Model Bisnis Robinhood?

Setelah melalui masa pengembangan, aplikasi Robinhood resmi dirilis ke publik pada 2015, dan dalam waktu singkat berhasil memproses transaksi senilai lebih dari satu miliar dolar AS hanya dalam beberapa bulan pertama.

Untuk menjawab pertanyaan Robinhood adalah aplikasi apa dari sisi model bisnisnya, penting dipahami bahwa Robinhood tidak mengenakan komisi langsung kepada pengguna, melainkan memperoleh pendapatan terutama melalui skema bernama payment for order flow, yaitu kompensasi yang diterima dari market maker atas pengarahan order trading penggunanya, serta melalui produk premium seperti Robinhood Gold.

Model tanpa komisi inilah yang kemudian memaksa hampir seluruh broker besar lain di Amerika Serikat, termasuk Charles Schwab, TD Ameritrade, dan Fidelity, untuk ikut menghapus biaya komisi transaksi mereka pada 2019, empat tahun setelah Robinhood memulai tren ini.

Kegunaan dan Fitur Utama Robinhood

Robinhood menawarkan berbagai fitur yang menjadikannya populer di kalangan investor pemula, di antaranya perdagangan saham dan ETF tanpa komisi, trading opsi, akses ke sejumlah aset kripto populer, fitur manajemen kas (Robinhood Cash Management), hingga antarmuka yang dirancang sederhana dan intuitif, mirip aplikasi media sosial pada umumnya, sehingga terasa jauh lebih ramah bagi generasi muda dibanding platform trading konvensional yang cenderung rumit.

Kontroversi dan Tantangan yang Pernah Dihadapi

Perjalanan Robinhood tidak selalu mulus. Pada Desember 2020, perusahaan ini setuju membayar denda sebesar 65 juta dolar AS kepada Securities and Exchange Commission (SEC) atas tuduhan tidak transparan mengenai sumber pendapatan mereka kepada pengguna.

Kontroversi lain yang paling disorot terjadi pada Januari 2021, ketika Robinhood sempat membatasi pembelian saham GameStop dan sejumlah “saham meme” lainnya di tengah lonjakan harga ekstrem, sebuah keputusan yang memicu kemarahan luas dari komunitas trader ritel dan menimbulkan pengawasan lebih ketat dari regulator.

Meski begitu, Robinhood berhasil melewati masa sulit tersebut dan resmi melantai di bursa Nasdaq pada 2021 dengan valuasi sekitar 32 miliar dolar AS, sebagaimana dicatat dalam profil Forbes mengenai Vlad Tenev.

Perusahaan ini terus berkembang, bahkan kini mulai merambah ke ranah blockchain lewat produk bernama Robinhood Chain. Jika Anda penasaran dengan ekspansi terbaru Robinhood ke dunia kripto ini, Anda bisa membaca artikel kami tentang apa itu Robinhood Chain yang mengulas topik tersebut secara lebih mendalam.

Jadi, jika ditanya Robinhood adalah aplikasi apa, jawabannya adalah sebuah platform trading dan investasi yang berhasil merevolusi industri broker saham lewat model komisi nol, digagas oleh Vlad Tenev dan Baiju Bhatt sejak 2013.

Meski sempat diterpa berbagai kontroversi, Robinhood tetap menjadi salah satu simbol utama demokratisasi akses pasar keuangan bagi investor ritel, dan kini terus memperluas jangkauannya hingga ke ranah aset digital dan blockchain.

Recent Posts

Pengadilan Washington Perintahkan Kalshi Hentikan Kontrak Pasar Prediksi

Platform pasar prediksi atau prediction market, Kalshi, diperintahkan oleh pengadilan negara bagian Washington untuk segera…

14 hours ago

Binance Akan Hentikan Transaksi dengan HTX dan 10 Platform Kripto

Bursa kripto terbesar di dunia, Binance, mengumumkan kebijakan terbaru yang akan berhenti memproses transaksi yang…

16 hours ago

Solana Bergerak di Bidang Apa? Ini Sektor-Sektor yang Digarapnya

Banyak orang mengenal Solana hanya sebagai "salah satu aset kripto", tanpa benar-benar memahami solana bergerak…

18 hours ago

Solana dari Negara Mana? Kisah Perjalanan dari Ukraina ke Silicon Valley

Di antara berbagai blockchain Layer-1 tercepat saat ini, Solana kerap dikaitkan dengan Amerika Serikat karena…

2 days ago

Tether Selesaikan Audit Keuangan di Balik Cadangan $180 Miliar

Penerbit stablecoin terbesar di dunia, Tether, resmi mengumumkan penyelesaian audit keuangan menyeluruh yang ditangani oleh…

2 days ago

Trezor Peringatkan Pengguna Usai Mitra Logistik Mengalami Kebocoran Data

Trezor, salah satu produsen dompet kripto fisik (hardware wallet) terkemuka di dunia, mengeluarkan peringatan keamanan…

2 days ago

This website uses cookies.