Strategi Staking Ethereum menjadi primadona bagi pengelola perbendaharaan perusahaan besar yang ingin mengoptimalkan aset digital mereka. SharpLink, Firma manajemen perbendaharaan kripto terkemuka, mengumumkan langkah berani dengan menempatkan dana sebesar $170 juta dalam bentuk Ether (ETH) di jaringan Linea, sebuah solusi Layer-2 yang dikembangkan oleh Consensys.
Langkah ini bukan sekadar investasi biasa, melainkan bagian dari visi jangka panjang SharpLink untuk mengamankan imbal hasil (yield) yang stabil dan kompetitif di ekosistem Web3 yang kian matang.
Baca Juga: Rekor Berakhir! Performa ETF XRP Catat Outflow Pertama Sejak Peluncuran
Keputusan SharpLink memilih jaringan Linea didasarkan pada efisiensi infrastruktur tingkat institusi yang ditawarkan. Melalui platform Anchorage Digital, langkah Staking Ethereum ini bertujuan untuk memaksimalkan imbal hasil native Ethereum yang saat ini berada di kisaran 3% hingga 4%.
Berdasarkan laporan terbaru dari The Block, SharpLink tidak hanya berhenti di staking konvensional, Perusahaan juga memanfaatkan protokol EigenCloud untuk melakukan mekanisme restaking. Strategi ini diprediksi mampu memberikan tambahan imbal hasil hingga 5%.
Langkah strategis ini, menurut ulasan dari TradingView News, menjadi indikator kuat atas meningkatnya minat TradFi untuk menyuntikkan likuiditas ke protokol Ethereum. Joseph Chalom, CEO SharpLink, menegaskan bahwa ekosistem Ethereum kini telah memasuki era produktivitas yang signifikan, didorong oleh maturitas protokol yang kian matang.
Sinergi antara SharpLink dan Linea bukanlah hal yang mengejutkan, mengingat pendiri Consensys, Joseph Lubin, memiliki peran strategis di kedua entitas tersebut. Validasi besar-besaran ini memperkuat posisi Linea sebagai destinasi utama bagi modal institusional yang mencari skalabilitas tanpa mengorbankan keamanan.
Secara finansial, langkah ini langsung berdampak positif pada performa saham SharpLink (SBET) yang tercatat naik 1,38% di bursa Nasdaq. Hal ini membuktikan bahwa strategi Staking Ethereum oleh perusahaan publik dianggap sebagai langkah manajemen aset yang cerdas di era digital ini.
Disclaimer: Segala konten di Duta Crypto ID bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan saran investasi atau nasihat keuangan. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Duta Crypto ID tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang Anda buat.
Penulis aktif di Duta Crypto ID. Suka sharing tentang crypto, blockchain, nft dan berita-berita yg relevan dg industri Web3.
Agresivitas lembaga keuangan tradisional (TradFi) Wall Street dalam mengadopsi ekosistem Web3 kian tidak terbendung. Raksasa…
Raksasa perangkat lunak korporasi sekaligus pemegang aset kripto institusional terbesar di dunia, Strategy, kembali menegaskan…
Langkah ambisius Jepang untuk memosisikan dirinya sebagai salah satu pusat inovasi aset digital terkemuka di…
Pasar aset kripto kembali menunjukkan resiliensinya di tengah memanasnya tensi geopolitik Timur Tengah. Aset kripto…
Tren prediction markets yang sedang meledak di panggung global kini resmi memikat salah satu raksasa…
Raksasa manajemen aset global, Franklin Templeton, kembali membuat gebrakan besar di persimpangan keuangan tradisional (TradFi)…
This website uses cookies.