Aplikasi pembayaran kripto global terkemuka, Strike, mengumumkan langkah berani dengan meluncurkan produk pinjaman Bitcoin. Inovasi finansial ini diklaim dirancang khusus untuk memberikan perlindungan bagi para investor dari hantaman volatilitas harga yang ekstrem, terutama di tengah kondisi pasar bear market.
Meskipun menawarkan solusi perlindungan bagi para pemegang aset kripto jangka panjang, produk inovatif ini langsung memicu perbincangan di kalangan analis mengenai skema biaya tersembunyi serta risiko yang wajib diwaspadai.
Volatilitas harga yang tajam sering kali menjadi mimpi buruk bagi para peminjam di dunia kripto karena adanya ancaman likuidasi otomatis jika nilai jaminan jatuh di bawah ambang batas tertentu.
Strike mencoba mendisrupsi tantangan ini dengan menawarkan struktur pinjaman baru yang diklaim “tahan volatilitas” untuk memberikan ketenangan bagi para penggunanya.
Produk keuangan ini memungkinkan pengguna untuk meminjam dana dengan menjaminkan Bitcoin mereka tanpa risiko terkena margin call saat harga pasar sedang anjlok.
Strategi perlindungan ini dihadirkan Strike untuk para investor institusional maupun ritel yang ingin mendapatkan likuiditas tunai tanpa harus terpaksa menjual aset Bitcoin utama mereka di harga bawah.
Baca Juga: Ekspansi ke DeFi: eToro Suntik Investasi ke Platform Derivatif On-Chain ‘Extended’
Meskipun janji bebas dari risiko likuidasi terdengar sangat menggiurkan di tengah pasar yang tidak menentu, para pengamat industri keuangan mengingatkan adanya biaya premium yang cukup tinggi di balik fasilitas proteksi instrumen ini.
Struktur pinjaman bebas likuidasi umumnya menuntut rasio jaminan (Collateralization Ratio) yang jauh lebih tinggi atau pengenaan suku bunga premium di atas rata-rata pasar.
Analis menilai bahwa mekanisme ini sebenarnya memindahkan risiko volatilitas dari pundak konsumen ke neraca Strike, yang pada akhirnya dapat membatasi efisiensi modal pengguna serta memicu pertanyaan seberapa kuat model bisnis ini bertahan menghadapi bear market yang berkepanjangan.
Disclaimer: Segala konten di Duta Crypto ID bersifat informatif dan edukatif, bukan merupakan saran investasi atau nasihat keuangan. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Duta Crypto ID tidak bertanggung jawab atas keputusan investasi yang Anda buat.
Penulis aktif di Duta Crypto ID. Suka sharing tentang crypto, blockchain, nft dan berita-berita yg relevan dg industri Web3.
BitMine, kembali memperkuat posisinya di pasar kripto dengan melakukan akumulasi besar-besaran pada Ethereum (ETH). Langkah…
Michael Saylor melalui perusahaan Strategy miliknya, kembali mengguncang pasar kripto dengan manuver finansial terbarunya. Saylor…
Ethereum bersiap memasuki babak evolusi teknis paling signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Sang pendiri, Vitalik…
Aplikasi tekno-finansial (fintech) raksasa asal Inggris, Revolut, dikabarkan tengah mengambil langkah drastis terkait penyediaan aset…
Persaingan antara broker keuangan tradisional dan ekosistem keuangan terdesentralisasi (Decentralized Finance/DeFi) memasuki babak baru yang…
Lembaga keuangan raksasa global, Standard Chartered, kembali mengejutkan industri aset digital lewat laporan riset terbarunya.…
This website uses cookies.